Persyaratan Menjadi KTT Berdasar KepMen 555

Blog Mas Dory - Tentang persyaratan atau kriteria yang harus dipenuhi seseorang jika ingin menjadi Kepala Teknik Tambang (KTT) Berdasarkan KepMen no 555 K/26/MPE 1995. Informasi ini berisi tentang syarat-syarat apa saja yang wajib dimiliki seseorang jika ingin menjabat sebagai Kepala Teknik Tambang (KTT) di suatu perusahaan pertambangan sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam KepMen no 555 K/26/MPE/1995. Mulai dari pengangkatan Kepala Teknik Tambang (KTT) pasal 5 disertai dengan 4 Klasifikasi atau penggolongan Kepala Teknik Tambang (KTT) pasal 6, pasal 7, pasal 8, pasal 9, dan pasal 10.

Tujuan.
Beberapa tujuan saya berbagi informasi ini, yang pertama adalah sebagai bahan pembelajaran buat saya untuk lebih memahami Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi (KepMenTamBen) atau KepMen no 555 K/26/MPE/1995 pasal 5 sampai dengan pasal 10 yang mengatur tentang Pengangkatan dan Klasifikasi atau penggolongan Kepala Teknik Tambang (KTT).

Yang kedua adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca yang berprofesi sebagai pengawas tambang (mining dan hauling) atau juru ledak kelas II yang sedang mencari lowongan kerja dan ingin menjabat atau menjadi Kepala Teknik Tambang (KTT) di suatu wilayah pertambangan dan kualifikasi apa saja yang harus dipenuhi sebelum memutuskan untuk mengajukan lamaran di suatu perusahaan pertambangan. Seluruh kualifikasi yang dibutuhkan untuk menjadi KTT di sini adalah berdasarkan KepMen no 555 seperti tersebut diatas, dan bukan karangan atau ide saya. Jadi sangat penting untuk memenuhi kualifikasi ini terlebih dahulu sebelum kita memutuskan untuk mengajukan lowongan kerja sebagai Kepala Teknik Tambang (KTT) di suatu perusahaan pertambangan.

Yang ketiga adalah untuk memberikan tambahan informasi kepada pembaca secara umum.

Persyaratan menjadi Kepala Teknik Tambang KTT Berdasarkan KepMen 555 | Blog Mas Dory

Istilah kata yang saya gunakan.
Untuk lebih memudahkan anda dalam memahami informasi ini, berikut ini adalah beberapa istilah kata yang saya gunakan di sini beserta definisinya menurut KepMen no 555 K/26/MPE/1995 pasal 1 tentang Pengertian (Kecuali nomor 10 kebawah):
  1. Kepala Teknik Tambang adalah seseorang yang memimpin dan bertanggung jawab atas terlaksananya serta ditaatinya peraturan perundang-undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada suatu kegiatan usaha pertambangan di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya - Ayat 6.
  2. Perusahaan Pertambangan adalah orang atau badan usaha yang diberi wewenang untuk melaksanakan pertambangan berdasarkan Kuasa Pertambangan atau Perjanjian Karya - Ayat 2.
  3. Tambang Permukaan adalah suatu sistem penambangan untuk mendapatkan bahan galian yang kegiatannya dilakukan di atas permukaan air - ayat 4.
  4. Tambang Bawah Tanah adalah suatu sistem penambangan untuk mendapatkan bahan galian yang kegiatannya dilakukan di bawah tanah - ayat 5.
  5. Pelaksana Inspeksi Tambang adalah aparat pengawas pelaksanaan peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan pertambangan umum - ayat 12.
  6. Pengusaha adalah Pemimpin Perusahaan - ayat 10.
  7. Juru ledak adalah seseorang yang diangkat oleh perusahaan pertambangan atau Kepala Teknik Tambang untuk melaksanakan pekerjaan peledakan dan orang tersebut harus memiliki Kartu Ijin Meledakkan (KIM) - ayat 17.
  8. Tambang Hidrolis adalah suatu salah satu jenis tambang permukaan yang menggunakan air untuk menggali dan mengangkut material ke instalasi pencucian - ayat 38.
  9. Kapal Keruk Pertambangan adalah kapal yang dipergunakan untuk kegiatan pengalian pertambangan termasuk kapal yang digunakan sebagai sarana penunjang yang dilakukan dari permukaan air, selanjutnya disebut sebagai Kapal Keruk - ayat 40.
  10. Istilah dan kata yang saya gunakan di blog ini beserta pengertiannya tentang kata Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang (KaPIT) dan kata Juru Ledak Kelas II. Istilah kata tersebut berdasarkan surat Keputusan Direktur Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral nomor 216. k/42. 04/DJG/2004. Berikut ini adalah istilah atau kata beserta definisi yang dimaksud:
  • Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang (KaPIT) Pemerintah adalah Direktur yang bertanggung jawab di bidang pengawasan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) dan Lingkungan pada kegiatan usaha pertambangan.
  • Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang (KaPIT) Pemerintah Provinsi / KaPIT Provinsi adalah Kepala Dinas Teknis Provinsi yang bertanggung jawab di bidang pengawasan K3 dan Lingkungan pada kegiatan usaha pertambangan pada wilayah lintas Kabupaten/Kota.
  • Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang (KaPIT) Pemerintah Kabupaten/Kota atau disebut KaPIT Kabupaten/Kota adalah Kepala Diknas Teknis Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab di bidang pengawasan K3 dan Lingkungan pada kegiatan usaha pertambangandalam wilayah Kabupaten/Kota.
  • Juru Ledak Kelas II adalah seseorang yang telah memiliki Kartu Ijin Meledakkan (KIM) yang dikeluarkan oleh KaPIT Pemerintah Provinsi atau KaPIT Pemerintah Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangan masing-masing diangkat oleh Kepala Teknik Tambang perusahaan untuk melaksanakan pekerjaan peledakan.
Pengangkatan Kepala Teknik Tambang (KTT).
Suatu perusahaan pertambangan pemilik Kuasa Pertambangan (KP), atau Kontrak Karya (KK), atau Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), dsb baru bisa memulai aktifitas pertambangan setelah perusahaan pertambangan tersebut memiliki seorang Kepala Teknik Tambang (KTT)  di dalamnya. Selain KTT harus mendapat pengesahan dari KaPIT (Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang) atau juga disebut KaIT (Kepala Inspektur Tambang), pemimpin suatu perusahaan pertambangan juga bisa mengangkat satu atau lebih Kepala Teknik Tambang (KTT) dan Wakil KTT (WaKTT) dengan pertimbangan tertentu yang diberikan oleh KaPIT atau KaIT.

Sedangkan pengangkatan Kepala Teknik Tambang (KTT) ini telah diatur dalam KepMenTamBen (KepMen) no 555 K/26/MPE/1995 pasal 5 tentang Pengangkatan Kepala Teknik Tambang yang bunyinya adalah sebagai berikut:

Pasal 5
Pengangkatan Kepala Teknik Tambang

(1) Kegiatan eksplorasi atau eksploitasi baru dapat dimulai setelah pemegang Kuasa Pertambangan memiliki Kepala Teknik Tambang.

(2) Pengusaha wajib menunjuk Kepala Teknik Tambang dan mendapat pengesahan Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang.

(3) Pengusaha dapat mengajukan permohonan kepada Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang untuk mengangkat lebih dari seorang Kepala Teknik Tambang apabila dianggap perlu atau berdasarkan pertimbangan tertentu dari Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang.

(4) Pengusaha dapat mengajukan permohonan kepada Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang untuk mengangkat satu atau lebih Wakil Kepala Teknik Tambang apabila dianggap perlu atau berdasarkan pertimbangan tertentu dari Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang.

(5) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dan (4) akan ditetapkan oleh Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang.

(6) Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang dapat memberikan surat keterangan kepada Kepala Teknik Tambang berdasarkan permintaan.

Klasifikasi Kepala Teknik Tambang (KTT).
Jabatan Kepala Teknik Tambang sendiri bisa dibagi atau digolongkan menjadi 4 golongan. Yang paling kecil atau paling rendah adalah KTT Kelas III B, kemudian Kelas III A, Kelas II dan Kelas I sebagaimana yang telah diatur dalam KepMen no 555 K/26/MPE/1995 pasal 6 tentang Persyaratan Kepala Teknik Tambang, berikut ini bunyi pasal 6 tersebut:

Pasal 6
Persyaratan Kepala Teknik Tambang

Kepala Teknik Tambang dibagi atas 4 (empat) klasifikasi dengan urutan sebagai berikut:
a. Kelas III B;
b. Kelas III A;
c. Kelas II; dan
d. Kelas I.

Penggolongan kelas persyaratan menjadi Kepala Teknik Tambang (KTT) diatas berdasarkan hal-hal berikut ini:
  1. Sistem Penambangannya yang meliputi jenis pertambangan apa yang digunakan suatu perusahaan pertambangan dan besar kecilnya produksi yang dihasilkan oleh perusahaan pertambangan tersebut setiap harinya.
  2. Jenis perusahaan pertambangannya.
  3. Kualifikasi atau syarat lainnya seperti strata pendidikan, lama pengalaman kerja, dan kursus tertentu yang telah di ikutinya.
Untuk lebih memahami tentang penggolongan kelas Kepala Teknik Tambang (KTT) ini, ada baiknya jika kita bahas Kelas KTT ini satu persatu mulai dari kelas paling rendah.

Kepala Teknik Tambang Kelas III B.
Persyaratan yang harus dipenuhi oleh seseorang jika ingin menjabat sebagai Kepala Teknik Tambang (KTT) kelas III B adalah seperti yang tersebut dalam KepMen no 555 K/26/MPE/1995 pasal 7 tentang Kepala Teknik Tambang Kelas III B di bawah ini:

Pasal 7
Kepala Teknik Tambang Kelas III B

Kepala Teknik Tambang Kelas III B, harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Sistem Penambangan: tambang semprot (hidrolis), tambang bor, tambang terbuka berjenjang tunggal dan tanpa menggunakan bahan peledak, kapal keruk dengan menggunakan pompa isap, tambang batubara terbuka dengan sistem manual atau tambang tanpa eksplorasi tanpa terowongan dan tanpa konstruksi tambang terbuka;

b. Perusahaan pertambangan: perseorangan, koperasi, dan perusahaan swasta nasional dan

c. Kualifikasi:
Yang harus dimiliki dapat merupakan salah satu dari ketentuan berikut ini:
  1. Bagi lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM) Tambang/Mesin/Listrik telah memiliki sertifikat kursus Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan mempunyai pengalaman kerja pertambangan sekurang-kurangnya selama 4 tahun, atau
  2. Bagi Sarjana Muda atau D III dan atau Sarjana, memiliki sertifikat kursus Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan mempunyai pengalaman kerja pertambangan sekurang-kurangnya 2 tahun.


Kepala Teknik Tambang Kelas III A.
Kualifikasi apa saja yang wajib dipenuhi seseorang untuk menempati posisi atau jabatan Kepala Teknik Tambang (KTT) Kelas III A telah di atur dalam KepMen no 555 K/26/MPE/1995 pasal 8 tentang Kepala Teknik Tambang Kelas III A yang berbunyi:

Pasal 8
Kepala Teknik Tambang Kelas III A

Kepala Teknik Tambang Kelas III A, harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Sistem Penambangan: Kapal Keruk dengan menggunakan mangkok, tambang terbuka berjenjang lebih dari satu kuari, tambang terbuka dengan skala produksi lebih kecil 1000 ton perhari atau tambang terbuka tahap kegiatan eksplorasi dengan terowongan dan konstruksi bawah tanah;

b. Perusahaan pertambangan: perusahaan swasta nasional dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan

c. Kualifikasi:
Yang harus dimiliki dapat merupakan salah satu dari ketentuan berikut ini:
  1. Bagi lulusan STM Tambang/Mesin/Listrik telah memiliki sertifikat kursus Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta sertifikat dan juru ledak Kelas II untuk tambang yang menggunakan bahan peledak, atau memiliki sertifikat Kursus Kepala Keruk untuk tambang yang operasinya menggunakan Kapal Keruk atau memiliki sertifikat Kursus Kepala Teknik Tambang dengan mempunyai pengalaman kerja pertambangan sekurang-kurangnya 6 tahun, atau
  2. Bagi lulusan Sarjana Muda atau D III dan atau Sarjana, memiliki sertifikat kursus Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan juru ledak Kelas II untuk tambang yang menggunakan bahan peledak atau telah memiliki sertifikat kursus Kapal Keruk untuk tambang yang operasinya memakai Kapal Keruk atau memiliki sertifikat kursus Kepala Teknik Tambang dengan pengalaman kerja pertambangan sekurang-kurangnya 3 tahun, atau
  3. Mempunyai pengalaman khusus pernah menjadi Kepala Teknik Tambang Kelas III B sekurang-kurangnya selama 5 tahun.


Kepala Teknik Tambang (KTT) Kelas II.
Hal-hal apa saja yang harus dipenuhi seseorang pencari lowongan kerja yang ingin menduduki posisi KTT Kelas II telah diatur dalam KepMen no 555 K/26/MPE/1995 pasal 9 tentang Kepala Teknik Tambang Kelas II yang berbunyi:

Pasal 9
Kepala Teknik Tambang Kelas II

Kepala Teknik Tambang Kelas II harus memenuhi Kriteria sebagai berikut:
a. Sistem penambangan: tambang terbuka dengan skala produksi lebih besar dari 100 ton perhari dan tambang bijih bawah tanah;

b. Perusahaan pertambangan: BUMN, kontrak karya, dan perushaaan swasta nasional dan

c. Kualifikasi:

1) Warga Negara Indonesia
Memiliki salah satu dari ketentuan berikut ini:
  1. Bagi lulusan Sarjana Muda atau D III telah memiliki sertifikat Kepala Teknik Tambang dengan pengalaman kerja ditambang terbuka atau tambang bijih bawah tanah sekurang-kurangnya selama 7 tahun, atau
  2. Bagi Sarjana yang memiliki sertifikat kursus Kepala Teknik Tambang dengan mempunyai pengalaman kerja di pertambangan sekurang-kurangnya selama 5 tahun, atau
  3. Pernah menjabat sebagai Pelaksana Inspeksi Tambang sekurang-kurangnya selama 10 tahun, atau
  4. Memiliki sertifikat kursus atau pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pertambangan diluar negeri dan di akreditasi oleh panitia pengesahaan Kepala Teknik Tambang dengan pengalaman kerja 10 tahun di pertambangan.
2) Warga Negara Asing (tenaga ahli asing) bisa salah satu dari:
  1. Memiiki mining manager sertifikat yang telah diakreditasi oleh Panitia Pengesahaan Kepala Teknik Tambang, atau
  2. Membuat dan mempresentasikan makalah yang ditetapkan oleh Kepala Pelaksana Inspek Tambang.


Kepala Teknik Tambang Kelas I.
Yang terakhir, persyaratan atau kriteria seperti apa yang harus dipenuhi seseorang yang ingin bekerja dan menjabat sebagai Kepala Teknik Tambang Kelas I telah diatur dalam KepMen no 555 K/26/MPE/1995 pasal 10 tentang Kepala Teknik Tambang Kelas I yang berbunyi:

Pasal 10
Kepala Teknik Tambang Kelas I


Kepala Teknik Tambang Kelas I harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Sistem penambangan: tambang batubara bawah tanah, tambang bijih bawah tanah dengan skala produksi bijih lebih besar dari 1000 per hari;

b. Kualifikasi:
1) Warga Negara Indonesia
Memiliki salah satu dari ketentuan berikut ini:
  1. Bagi lulusan Sarjana Muda atau D III, Sarjana yang telah memiliki sertifikat kursus Kepala Teknik Tambang dengan pengalaman kerja di tambang batubara bawah tanah dan atau tambang bijih bawah tanah sekurang-kurangnya selama 10 tahun, atau
  2. Pernah menjabat sebagai Pelaksana Inspeksi Tambang sekurang-kurangnya 15 tahun, atau
  3. Bagi Kepala Teknik Tambang Kelas II dengan pengalaman 5 tahun menjabat posisi tersebut.

2) Warga Negara Asing (tenaga ahli asing) bisa salah satu dari:
  1. Memiliki mining manager sertifikat yang telah diakreditasi oleh Panitia Pengesahaan Kepala Teknik Tambang, atau
  2. Membuat dan mempresentasikan makalah yang ditetapkan oleh Pelaksana Inspeksi Tambang.

Sekarang kita sudah mengetahui dan memahami persyaratan, kriteria, kualifikasi atau kewajiban yang harus dipenuhi seseorang jika ingin menjabat sebagai Kepala Teknik Tambang (KTT) berdasarkan KepMen no 555 K/26/MPE/1995.

Pertanyaan selanjutnya adalah dimana kita bisa mengajukan lamaran atau lowongan kerja menjadi Kepala Teknik Tambang (KTT) suatu perusahaan pertambangan. Kita bisa mengajukan lamaran kerja menjadi KTT ini di perusahaan pertambangan pemilik Kuasa Pertambangan (KP), perusahaan pertambangan pemilik Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), perusahaan pertambangan pemilik Kontrak Karya (KK), atau bisa juga di perusahaan pertambangan milik Pemerintah atau perusahaan pertambangan BUMN.

Baca juga Kewajiban seorang KTT (Kepala Teknik Tambang) Berdasarkan KepMen 555 disini.

Jika anda menemui kesulitan dalam mencari perusahaan pertambangan pemilik Kuasa Pertambangan (KP) dan sebagainya seperti yang saya sebutkan di atas, saya akan coba bantu dengan membuat artikel tentang daftar kumpulan atau list perusahaan pertambangan pemilik Kuasa Pertambangan (KP) dan sebagainya. Jadi mohon tetap bersabar, teruslah berusaha, dan jangan lupa untuk tetap berdo'a kepada Tuhan YME. Harapan saya, semoga kita semua bisa mendapatkan yang terbaik seperti apa yang kita inginkan selama ini Amin. Semoga artikel ini bermanfaat buat pembaca sekalian, sekian dan terima kasih.

Sumber informasi yang saya gunakan untuk membuat artikel ini:
  • KepMen no 555 K/26/MPE/1995:
  1. Pasal 1 tentang Pengertian;
  2. Pasal 5 tentang Pengangkatan Kepala Teknik Tambang;
  3. Pasal 6 tentang Persyaratan Kepala Teknik Tambang;
  4. Pasal 7 tentang Kepala Teknik Tambang Kelas III B;
  5. Pasal 8 tentang Kepala Teknik Tambang Kelas III A;
  6. Pasal 9 tentang Kepala Teknik Tambang Kelas II;
  7. Pasal 10 tentang Kepala Teknik Tambang Kelas I.
  • Keputusan Direktur Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral nomor 216. k/42. 04/DJG/2004 tentang istilah kata dan definisi KaPIT Pemerintah, KaPIT Pemerintah Provinsi, KaPIT Pemerintah Kabupaten/Kota, serta istilah kata dan definisi Juru Ledak Kelas II.
Reviewer: Mas Dory
on: 2/03/2015, Rating: 5
ItemReviewed: Persyaratan Menjadi KTT Berdasar KepMen 555
Descripton: Blog Mas Dory - Persyaratan atau kriteria yang harus dipenuhi jika ingin menjadi Kepala Teknik Tambang (KTT) berdasarkan KepMen no 555 K/26/MPE/1995 pasal 5, 6, 7, 8, 9, dan pasal 10.
70 komentar Form Kotak komentar
03 February, 2015 22:12 ×

wah kayaknya ribet juga ya mas untuk daftarnya ...
semoga tulisan ini bermanfata bagi mereka yang membutuhkan ...

Balas
Author
03 February, 2015 22:55 ×

banyak juga ya persyaratannya....

Balas
Author
03 February, 2015 22:59 ×

nyimak dulu mas, baru berkunjung

Balas
Author
03 February, 2015 23:06 ×

Sekilas memang kelihatan ribet Mas Info-Menarik, karena saya berusaha memberikan informasi yang selengkap dan seakurat mungkin tentang persyaratan menjadi KTT dalam suatu perusahaan pertambangan ini. Amin, harapan saya juga sama mas, semoga bisa membantu pembaca yang memerlukan informasi tersebut. :D

Balas
Author
03 February, 2015 23:12 ×

Hehe iya Mbak Sazlina, persyaratan nya dibuat seperti itu karena jabatan yang akan di emban nantinya juga sangat besar. Ibarat kata seorang KTT itu adalah jenderal besar dalam sebuah perusahaan pertambangan. Terima kasih sudah berkunjung dan salam kenal buat mbak Sazlina Fauzia. :D

Balas
Author
03 February, 2015 23:17 ×

Dipersilahkan dan salam kenal buat Mbak Desi Isna Heryanti. :D

O iya terima kasih sudah follow pinterest saya ya mbak dan maaf belakangan saya kurang aktif di pinterest karena lebih aktif di BW. Namun segera setelah ini saya akan meluncur ke sana. :d

Balas
Author
04 February, 2015 01:57 ×

Ternyata persyaratannya banyak juga ya mas :D

Balas
Author
04 February, 2015 02:05 ×

banyak persyaratannya akan menjadikan kandidat yang baik dan berkualitas ya mas

Balas
Author
04 February, 2015 03:40 ×

rumit juga pengen jadi KTT ya, tapi signifikan juga sih dengan gaji yang bakalan diterima oleh seorang KTT, sebulan bisa menghidupi istri muda-lah minimalnya ya kang?

Balas
Author
04 February, 2015 06:00 ×

Sudah dari KepMen 555 nya seperti itu mas. Hehehe :D

Balas
Author
04 February, 2015 06:25 ×

lengkap banget uraiannya, siapa tau bisa menjadi KTT

Balas
Author
04 February, 2015 09:15 ×

Mas Dory KTT ya...? kok paham banget :)

Balas
Author
04 February, 2015 10:13 ×

wah kayanya mas Dory KTT ya :D ? paham bener akan persyaratannya mas, :)

Balas
Author
04 February, 2015 10:30 ×

bagi saya artikel ini masuk point ketiga mas
jadi memberikan tambahan informasi kepada saya tentang bisnis tambang

Balas
Author
04 February, 2015 10:33 ×

agar dapat menjadi Kepala Teknik Tambang Kelas I mesti mempunyai pengalaman sebelumnya yamas.
pasti fulusnya juga besar nih melihat syarat2nya yg cukup banyak

Balas
Author
04 February, 2015 10:36 ×

kalau saya daftar pasti nggak lolos seleksi nih mas
soalnya nggak punya pengalaman tambang.hehehe
kecuali ikut praktek KKN

Balas
Author
04 February, 2015 10:37 ×

saya juga aktif di BW loh

Balas
Author
04 February, 2015 10:39 ×

saya tau mah kanglembu jalan fikirannya suka kesitu sih

Balas
Author
04 February, 2015 10:40 ×

khayalan tingkat tinggi kan maksudnya sam?

Balas
Author
04 February, 2015 14:30 ×

Karena tugas dan tanggung jawab yang akan di emban oleh Kepala Teknik Tambang sangat besar gan, saya rasa inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa persyaratan yang diberikan lebih komplek. Dengan tujuan orang yang menjadi KTT adalah orang yang benar-benar paham tentang Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) di sebuah perusahaan pertambangan. :D

Balas
Author
04 February, 2015 14:35 ×

Nah kan ketauan juga akhirnya. :D

Balas
Author
04 February, 2015 14:37 ×

Kalau Mas Wong kan memang sudah jadi KTT dari dulu, Kaya Tingkat Tinggi. :D

Balas
Author
04 February, 2015 14:40 ×

Hehehe Mbak Erna mah pertanyaan nya langsung nodong gitu, jadi bingung harus jawab apa nih. :D

Balas
Author
04 February, 2015 14:43 ×

Kayak nya sih iya Mas Hary, tapi kayaknya juga ndak dech, hehehe. Perihal persyaratan menjadi KTT diatas sih saya ambil berdasarkan KepMen 555 mas tanpa saya ubah sedikitpun. Diharapkan informasi yang tersedia bisa lebih akurat. :D

Balas
Author
04 February, 2015 14:48 ×

Amin, harapan saya juga seperti itu Mas Yanto. Salah satu tujuan kita kan berbagi informasi kepada dunia Mas Yanto. :D

Balas
Author
04 February, 2015 14:55 ×

Untuk menjadi seorang Kepala Teknik Tambang (KTT) Kelas I memang diperlukan pengalaman kerja yang lebih lama dari Persyaratan KTT kelas lainnya. Hal ini dikarenakan cakupan wilayah pertambangan yang lebih luas dengan pekerja dan peralatan yang lebih komplek (dapat dilihat dari persyaratan besarnya hasil produksi perhari) tentunya membutuhkan seorang KTT yang handal di dalamnya.

Kalau masalah fulus saya tidak dapat berkomentar lebih banyak Mas Yanto karena sudah masuk dapurnya orang hehehe. :D

Balas
Author
04 February, 2015 17:44 ×

Saya jadi ingat cerita Drupadi dan Tukang Bakso nya Kang Cilembu hehehe

Balas
Author
04 February, 2015 17:45 ×

Yang jelas bukan Mandor kan Mas hehehe

Balas
Author
04 February, 2015 17:46 ×

Kalau melihat persyaratan di atas, ternyata ada juga jenis pertambangan dengan sistem Koperasi.

Balas
Author
04 February, 2015 17:58 ×

Kalau Mas Yanto Mah bukan aktif lagi, namun super aktif, atau super man ya. :D

Balas
Author
04 February, 2015 18:01 ×

Iya ada Mas Ridha, biasanya jenis pertambangan ini masih menggunakan cara manual dalam mengambil / menggali hasil bahan galian. Kalaupun menggunakan alat berat, masih menggunakan ukuran atau tipe alat yang kecil. :D

Balas
Author
04 February, 2015 18:03 ×

Bukan Mas, saya artis, tuh lihat mirip kan dengan Dude Herlino. hehehe :D

Balas
Author
04 February, 2015 23:30 ×

kalau cewek daftar bisa nggak ya.... :)

Balas
Author
05 February, 2015 01:41 ×

saya suka upin ipin lo sekarang

Balas
Author
05 February, 2015 01:43 ×

kita tunggu klarifikasi dari sam wong

Balas
Author
05 February, 2015 01:44 ×

nah betul pakai banget tuh mas

Balas
Author
05 February, 2015 01:45 ×

nah kalau saya mah ikhlas menerima fulusnya mas
tp sapa yg ngasih ya.hehehe

Balas
Author
05 February, 2015 04:14 ×

aduh sesulit itukah persyaratannya?
susah juga ya -_- ...
nyimak dulu ya mas baru mampir kesini soalnya :)

Balas
Author
05 February, 2015 06:01 ×

meng-aamiin-i saja..

Balas
Author
05 February, 2015 06:31 ×

KTT, banyak syarat dan beberapa klasifikasi yah, harus yang berkopentensi. mungkin sesuai dengan porsi jabatan yang diembannya, serta tugas sama tanggungjawabnya yah, mas. ini bergua bagi siapa saja yang ingin melamar posisi tersebut. sharing yang selalu mencerahkan dari Mas Dory, detail sekali.

Balas
Author
05 February, 2015 14:28 ×

Saya rasa bisa Mbak Imerlina Putri, karena dalam pasal yang terdapat di KepMen no 555 K/26/MPE/1995 di atas tidak disebutkan persyaratan menjadi KTT harus laki-laki atau perempuan saja. Selama seseorang memenuhi kualifikasi yang disebutkan dalam KepMen tersebut, maka orang tersebut bisa mengajukan diri untuk menjadi KTT di sebuah perusahaan pertambangan. :D

Balas
Author
05 February, 2015 14:33 ×

Saya rasa tidak sedikit orang yang memiliki kualifikasi atau persyaratan untuk menjadi seorang KTT berdasarkan KepMen no 555 di atas Mas Khoirun. Kalau buat kelas seperti saya mah memang persyaratannya agak ketinggian hehe. Terima kasih sudah berkunjung dan menambahkan komentar Mas di sini. :D

Balas
Author
05 February, 2015 14:41 ×

Benar sekali Mas Richo A Nogroho, persyaratan dibuat sedemikian rupa di KepMen 555 dikarenakan tanggung jawab yang diemban KTT dalam perusahaan pertambangan sangat bersa. Terlebih di bidang pengawasan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3) sebuah pertambangan. Terima kasih sudah berkunjung dan menambahkan komentar di sini. :D

Balas
Author
05 February, 2015 14:46 ×

Lha iya itu, namun kalaupun ada yang ngasih, keliatan nya yang ngasih dech yang ndak ikhlas. hehe becanda Mas Yanto. :D

Balas
Author
05 February, 2015 15:08 ×

Memang iya sih, semakin sulit persyaratannya semakin besar pula tanggung jawabnya.

Balas
Author
05 February, 2015 15:59 ×

Artinya jika ingin menjadi KTT harus mempunyai pengetahuan yang luas tentang pertambangan, lingkungan hidup dll.

Balas
Author
05 February, 2015 16:06 ×

Betul sekali Mas Moch. Ridho, selain pengetahuan yang luas, diperlukan pengalaman kerja yang lama di pertambangan. Diharapkan dengan pengalaman kerja yang mumpuni, seorang calon Kepala Teknik Tambang (KTT) bisa mengembang tugas dan tanggung jawabnya sebagai KTT, terlebih di bidang pengawasan K3LH (Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup). Terima kasih sudah menambahkan Mas. :D

Balas
Author
05 February, 2015 17:35 ×

Oh ini toh blognya Mas Dory, baru nemu tadi lewat si Mbah Gugel....
baru juga kunjungan perdana kayaknya saya mah, tapi suguhan artikelnya bikin pala saya nyutnyutan ini...
saya haru komentar apa coba? Masa saya haru bilang cuma nyimak doang sih? :D

Balas
Author
05 February, 2015 17:37 ×

Lagi ngomongin duit kayaknya nie
saya kebagian gak ya?

Balas
Author
05 February, 2015 17:39 ×

Hah? minta tanda tangan dong :)

Balas
Author
05 February, 2015 17:42 ×

ya seleranya masih kalah sama saya mas
saya dong sukanya Adit n Sopo Jarwo plus Keluarga Somat

Balas
Author
05 February, 2015 17:44 ×

Saya taunya KTT itu Konferensi Tingkat Tinggi mas, ini mag lain lagi ya? :D

Balas
Author
05 February, 2015 17:45 ×

lebih manteb lagi pake teramat sangat mas

Balas
Author
05 February, 2015 17:47 ×

Wawww persyatan nya menn berat bangett tapi kayaknya gaji nya lumayan yah :D

Balas
Author
05 February, 2015 18:28 ×

och gitu ya, makasih infonya

Balas
Author
05 February, 2015 20:07 ×

Memang benar dengan adanya artikel ini, kita yang berminat harus menyiapkan diri dari segi tanggungjawab yang besar, pengalaman dalam bidangnya, pengetahuan yang cukup untuk memimpin sebagai kepala penambangan.

Sangat membantu dalam membuka wawasan saya, terimakasih pak.

Balas
Author
05 February, 2015 23:41 ×

iya saya juga suka loh
adel yg paling lucu

Balas
Author
05 February, 2015 23:42 ×

gitu doang?

Balas
Author
05 February, 2015 23:44 ×

yuk daftar jadi KTT biar dapet duit mas
mau??

Balas
Author
06 February, 2015 05:28 ×

yang baru tahu saya begituh berarti blogger kurang gaul...atuh
saya tea gituuu...:p

Balas
Author
06 February, 2015 09:44 ×

Mau dong, jadi Kaya Tingkat Tinggi, hehe. Asal jangan Kaya Tukan Tahu aja.

Balas
Author
06 February, 2015 10:27 ×

Kalau sudah urusan perusahaan pertambangan , saya jadi ingat Blogger yang namanya mas Rawins mumet itu
Secara dia juga kerja di site - pertambangan juga
Kemana dia ya Apa masih di HUTAN ya

Balas
Author
06 February, 2015 17:30 ×

Kalau saya yang daftar pasti ndak di terima. Tapi kalau duitnya saya mau mas. hehe

Balas
Author
06 February, 2015 19:58 ×

dan juga pastinya dapat penghasilannya juga gede,,, hehehehe

Balas
Author
06 February, 2015 21:40 ×

Sekali lagi ah, Mas Dory is Top markotop masalah tambang

Balas
Author
07 February, 2015 10:18 ×

Waaa.. gak heran kalau minim pengalamannya yang sudah bertahun2 gitu, mas. sampai ada yang enam tahun. Mas Dory ada keinginan jadi KTT juga?, hihi. topiknya sering bahas soal pertambangan soalnya, hhe.

Balas
Author
23 August, 2015 12:55 ×

Salam kenal mas...mohon infonya dimana sy bisa mengambil sertifikat KTT? Dan mohon infonya kalau ada no yg bisa dihub

Thank dan salam

Balas
Author
11 September, 2015 20:49 ×

Kondisi tambang sekarang lagi terpuruk ... kapan kira kira stabil lg ya mas..

Balas
Author
22 September, 2015 11:23 ×

Jabatan KTT pastinya dilema ya mas...gaji yang kasih perusahaan sementara tugas perannya juga kepanjangan tangan pemerintah sebagai kontrol tambang tersebut. Psikologisnya ngaruh banget harus ngikut aturan yang ngasih gaji....he he

Balas
Author
31 March, 2016 14:20 ×

Saya mau tanya..apa untuk menjadi kepala teknik tambang haruskah mempunyai sertifikat pengawas oprasnal pertama,madya dan utama?
Atau sesuai dengan hanya kepmen 555 saja?

Balas
Author

Silahkan tambahkan komentar anda di bawah ini.

Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Terima kasih sudah berkomentar