Kewajiban KTT Berdasar KepMen 555

Blog Mas Dory - Beberapa kewajiban seorang Kepala Teknik Tambang (KTT) yang terdapat di dalam KepMen no 555 K/26/MPE/1995 pasal 28 tentang Pendidikan dan Pelatihan, pasal 29, dan pasal 30. Informasi berikut ini berisi tentang beberapa pasal yang terdapat dalam KepMenTamBen no 555 yang menjelaskan tentang kewajiban seorang Kepala Teknik Tambang (KTT) di sebuah pertambangan.

Tujuan.
Tujuan saya berbagi informasi ini adalah untuk menambah wawasan tentang kewajiban KTT berdasarkan KepMen no 555 di dunia pertambangan, khusus nya buat diri saya dan pembaca internet pada umumnya. Karena menurut saya informasi ini sangat jarang di temui di internet.

Tidak ada niat saya untuk menggurui siapapun di sini, karena saya sendiri masih harus banyak belajar tentang hal ini. Yang saya lakukan hanya untuk berbagi pemahaman saya terhadap pembaca di internet. Harapan saya, semoga informasi ini bisa membantu siapapun yang sedang mencari kewajiban KTT di pertambangan berdasarkan pasal yang ada di KepMen 555.

Selain itu, informasi ini adalah untuk sedikit menyambung artikel saya sebelumnya yang berjudul persyaratan apa saja yang dibutuhkan seseorang untuk menjadi menjadi Kepala Teknik Tambang (KTT) di sebuah perusahaan pertambangan berdasarkan KepMen no 555 K/26/MPE/1995 pasal 7, pasal 8, pasal 9,  dan pasal 10 disertai dengan pasal pendukung lainnya dan anda bisa membaca artikel tersebut disini.

Kewajiban Kepala Teknik Tambang (KTT).
Untuk bisa lebih memahami tentang apa saja yang bisa dilakukan oleh Kepala Teknik Tambang (KTT) dalam memenuhi tugas dan kewajibannya di suatu kegiatan usaha pertambangan, mungkin ada baiknya jika kita pahami dulu definisi KTT seperti yang telah tercantum dalam KepMen no 555 K/26/MPE/1995 pasal 1 tentang Pengertian khususnya di ayat (6).

Didalam pasal 1 ayat (6) disebutkan bahwa yang dimaksud Kepala Teknik Tambang adalah seseorang yang memimpin dan bertanggung jawab atas terlaksananya dan ditaatinya peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada suatu kegiatan usaha pertambangan yang menjadi tanggung jawabnya.

Kewajiban Kepala Teknik Tambang KTT Berdasarkan KepMen 555| Blog Mas Dory

Dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa kewajiban utama seorang Kepala Teknik Tambang (KTT) adalah memastikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja seluruh pekerja atau anak buah di dalam wilayah pertambangan yang menjadi tanggung jawab KTT tersebut. Lantas langkah-langkah apa saja yang bisa diambil seorang KTT dalam memastikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pekerjanya di pertambangan.

Pendidikan dan Pelatihan.
Salah satu langkah yang bisa diambil KTT dalam memastikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pekerja nya adalah dengan memberikan pendidikan dan pelatihan bagi pekerja baru di pertambangan yang di pimpin nya. Sangat penting buat pekerja baru untuk mengerti dan memahami pekerjaan nya dan kondisi tempat dia bekerja. Contoh kecil yang sering dijumpai adalah pembekalan induksi safety kepada pekerja baru sebelum dia bisa bekerja di perusahaan pertambangan tersebut.

Selain pekerja baru, induksi safety juga dilakukan kepada pekerja dengan tugas baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Selain bisa mengetahui memahami pekerjaan tersebut, pekerja tersebut juga bisa mengetahui potensi bahaya saperti apa yang mungkin ada dan bagaimana cara meminimalisir dan menghilangkan potensi bahaya tersebut.

KTT juga bisa memberikan pendidikan dan pelatihan kepada seluruh pekerja dengan mengadakan re-fresh induksi safety tahunan yang pelaksanaan nya bisa dilakukan dengan cara bergilir di tiap perusahaan yang berada di wilayah pertambangan tersebut tanpa mengganggu kegiatan produksi di pertambangan.

Selain hal-hal diatas, Kepala Teknik Tambang (KTT) juga bisa mengadakan pendidikan dan pelatihan dalam bentuk lain yang sebelumnya telah mendapat persetujuan dari Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang (KaPIT). Hal ini sesuai dengan pasal 28 tentang pendidikan dan pelatihan KepMen no 555 K/26/MPE/1995 yang ber bunyi:
Pasal 28
Pendidikan dan Pelatihan

  1. Kepala Teknik Tambang wajib mengadakan pendidikan dan pelatihan untuk pekerja baru, pekerja tambang untuk tugas baru, pelatihan untuk menghadapi bahaya dan pelatihan penyegaran tahunan atau pendidikan dan pelatihan lainnya yang ditetapkan oleh Kepala Teknik Tambang.
  2. Kepala Teknik Tambang dapat menyelenggarakan sendiri atau bekerja sama dengan instansi pemerintah atau badan-badan resmi lainnya untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1), hanya disesuaikan dengan kegiatan dan jenis pekerjaan pada kegiatan usaha pertambangan.
  3. Setiap penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang.

Materi yang diberikan dalam pendidikan dan pelatihan.
Materi yang bisa di sampaikan dalam pendidikan dan pelatihan pekerja tambang baik itu pekerja tambang permukaan maupun pekerja tambang bawah tanah sangat banyak. Yang penting materi tersebut mendukung program pendidikan dan pelatihan dari KTT yang bertujuan untuk menjaga Keselamatan dan Kesehatan Kerja pekerja nya.

Karena banyaknya materi yang bisa diberikan, dan agar sasaran atau tujuan KTT bisa tercapai dalam menjaga dan meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pekerja, maka KepMen 555 pasal 29 menjelaskan materi seperti apa yang minimal ada dalam pendidikan dan pelatihan yang diadakan oleh KTT tersebut.

Berikut ini KepMen no 555 K/26/MPE/1995 pasal 29 yang berbunyi:
Pasal 29

(1). Program pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam pasal 28, sekurang-kurangnya mencakup pelajaran sebagai berikut:

a. Kewajiban dari seorang pekerja tambang;
b. Wewenang dan tanggung jawab dari seorang pengawas;
c. Pengenalan lingkungan kerja;
d. Rencana Penyelamatan diri dan penyelamatan dalam keadaan darurat, tanda bahaya kebakaran dan pemadam kebakaran.
e. Aspek Kesehatan dan Keselamatan dari tugas yang akan diberikan;
f. Mengenai bahaya dan menghindarinya;
g. Bahaya listrik dan permesinan;
h. Pertolongan pertama pada kecelakaan;
i. Bahaya kebisingan, debu dan panas dan tindakan perlindungan.

(2). Program pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), untuk tambang bawah tanah mempunyai mata pelajaran tambahan sebagai berikut:

a. Tata cara penambangan yang aman;
b. Pemeliharaan dan penggunaan lampu-lampu tambang;
c. Pengetahuan dasar ventilasi;
d. Peraturan tambang penyanggaan dan dasar kerja penyanggaan;
e. Tata cara evaluasi pada tambang dalam keadaan darurat;
f. Penggunaan alat penyelamat diri dan
g. Bahaya-bahaya serta mendeteksi gas-gas yang mudah terbakar dan gas racun.

(3). Untuk program pendidikan dan pelatihan lainnya disamping mata pelajaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), mata pelajaran tambahan disesuaikan dengan kegiatan dan jenis pekerjaan pada kegiatan usaha pertambangan tersebut.

Pendidikan dan Pelatihan bagi para Pengawas Tambang.
Kewajiban Kepala Teknik Tambang (KTT) berikutnya adalah mengadakan pendidikan dan pelatihan bagi para pengawas tambang baik itu pengawas tambang permukaan maupun pengawas tambang bawah tanah. Program pelatihan ini mungkin lebih dikenal seperti DikLat (Pendidikan dan Latihan) Pengawas atau uji kompetensi pengawas setingkat POP (Pengawas Operasional Pertama), setingkat POM (Pengawas Operasional Madya), Pengawas Operasional Utama (POU); DikLat AK3 (Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Umum; DikLat OSHASS; dan lain sebagainya.

Diharapkan dengan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pengawas ini bisa mendapat pengawas tambang yang benar-benar kompeten khususnya di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di suatu pertambangan.

Untuk materi apa saja yang diberikan dalam diklat pengawas ini telah diatur dalam KepMen no 555 K/26/MPE/1995 pasal 30 yang berbunyi:
Pasal 30

(1). Kepala Teknik Tambang wajib menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi para pengawas dengan mata pelajaran sekurang-kurangnya sebagai berikut:

a. Peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
b. Manajemen keselamatan kerja;
c. Peraturan-peraturan keselamatan kerja dan cara kerja yang aman;
d. Pengenalan bahaya dan cara menghindarinya;
e. Tindakan dalam keadaan darurat dan tata cara penyelamatan;
f. Penyelamatan diri dan alat-alat bantu pernapasan;
g. Bahaya permesinan dan perlistrikan;
h. Pencegahan dan pengendalian kebakaran;
i. Pertolongan pertama pada kecelakaan;
j. Dampak lingkungan dari kegiatan.

(2). Khusus untuk para pengawas tambang bawah tanah disamping mata pelajaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), juga harus mempunyai mata pelajaran tambahan:

a. Tata cara kerja yang aman;
b. Memelihara dan menggunakan lampu-lampu perorangan;
c. Dasar kerja ventilasi;
d. Peraturan tentang penyangga dan pengetahuan dasar cara penyanggaan;
e. Cara meninggalkan tambang dalam keadaan darurat;
f. Penggunaan alat penyelamat diri dan
g. Bahaya-bahaya dan mendeteksi gas-gas yang mudah terbakar dan beracun.
Baca juga: Artikel saya tentang kewajiban Pengawas Operasional dan Pengawas Teknis di pertambangan berdasarkan KepMenTamBen (KepMen) no 555 K/26/MPE/1995 pasal 12 tentang Kewajiban Pengawas Operasional dan pasal 13 tentang Kewajiban Pengawas Teknis beserta pasal pendukung lainnya di sini.

Saya sadar betul bahwa apa yang saya sampaikan ini belum mewakili semua kewajiban seorang Kepala Teknik Tambang (KTT) di suatu perusahaan pertambangan. Namun harapan saya, semoga sedikit informasi ini bisa memberikan gambaran kepada pembaca, khusus nya yang memiliki profesi yang berhubungan dengan dunia pertambangan, bahwa tugas dan kewajiban yang di emban oleh seorang KTT sangat lah besar. Dan itu semua semata-mata dilakukan untuk meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja seluruh pekerja di perusahaan tambang tersebut yang otomatis bisa meminimalkan bahkan menghilangkan potensi bahaya dan angka kecelakaan tambang.

Baca juga Persyaratan untuk menjadi KTT (Kepala Teknik Tambang) berdasarkan KepMen 555 disini.

Diperlukan kerja sama tim yang baik agar semua tujuan ini bisa tercapai. Dan yang perlu dingat lagi adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja seorang pekerja tidak hanya terletak di pundak KTT atau pengawas tambang saja. Namun adalah tanggung jawab dari masing-masing pekerja tambang. Akan percuma jadinya program pendidikan dan pelatihan yang telah diadakan, jika individu tersebut tidak menyadari dan tetap mengabaikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dirinya selama beraktifitas di tambang.

Sumber informasi yang saya gunakan dalam membuat artikel ini: KepMen no 555 K/26/MPE/1995 pasal 28 tentang Pendidikan dan Pelatihan, pasal 29, pasal 30.
Reviewer: Mas Dory
on: 2/07/2015, Rating: 5
ItemReviewed: Kewajiban KTT Berdasar KepMen 555
Descripton: Blog Mas Dory - Beberapa kewajiban Kepala Teknik Tambang atau KTT yang terdapat di dalam KepMenTamben (KepMen) no 555 K/26/MPE/1995 pasal 28, pasal 29, dan pasal 30.
92 komentar Form Kotak komentar
07 February, 2015 17:26 ×

ngambil pertamax dulu ah

Balas
Author
07 February, 2015 17:30 ×

pantesan syarat menjadi KTT cukup banyak yamas,kalau dilihat dari tanggung jawab yg dibebankan memang cukup berat bahkan sangat berat yaitu memastikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pekerja di dalam wilayah pertambangan yang menjadi tanggung jawabnya.

Balas
Author
07 February, 2015 17:32 ×

gajinya juga berat lho mas :)

Balas
Author
07 February, 2015 17:34 ×

seneng membaca KepMen 555 walaupun tidak paham sepenuhnya

Balas
Author
07 February, 2015 17:37 ×

wah banyak juga ya mas kewajiban yang harus di terapkan dalam pertambangan kepmen 555, terimakasih informasinya sangat bermanfaat, tak bookmark dulu ah

Balas
Author
07 February, 2015 17:43 ×

tuh beneran kan, setelah begitu rumitnya Kepmen 555 tentang bagaimana cara jadi KTT, kewajiban KTT berdasarkan Kepmen 555 pada KTT juga lumayan rumit dengan pelatihan yang diberikan tentu saya akan mampu menguasai ilmunya dan layaklah kiranya saya jadi KTT...hehe

Balas
Author
07 February, 2015 19:49 ×

Sebelumnya maaf Mas Dory, saya tidak bisa nulis komentar di bawah. Aneh, kalo reply begini bisa. Jadi saya nulis komentarnya di sini aja ya. Numpang mbak Imerlina Putri.

Ketika tidak ada blog lain yang membahas hal seperti ini, mas Dory justru mengangkatnya sebagai posting utama. Terbukti dari postingan sebelumnya. Tentu tidak sembarangan menulis tentang KTT seperti ini, salah-salah nanti malah 'menjerumuskan' pembaca. Saya sendiri kurang paham tentang KTT ini. Yang saya pahami, Mas Dory ini jago banget masalah tambang. Wis, aku ora ragu pokoke!

Balas
Author
07 February, 2015 21:38 ×

Semoga dengan taat pada kewajiban KTT pemerintah juga mampu mengoptimalkan SDA di bumi pertiwi untuk kesejahteraan rakyat Indonesia...

Salam kenal dari Pulau Dollar

Balas
Author
07 February, 2015 22:20 ×

Dipersilahken Mas Yanto. :D

Balas
Author
07 February, 2015 22:32 ×

Sebenarnya syarat menjadi KTT yang ada dalam KepMen 555 pasal 7 sampai 10 adalah untuk memudahkan KTT juga nantinya mas dalam memikul beban dan kewajibannya. Bisa dibayangkan seperti apa jadinya KTT nanti jika persyaratannya dibuat ringan, tapi tanggung jawabnya sangat besar. Pasti KTT tersebut akan kewalahan dan tidak mampu memikul kewajiban yang telah diberikan. :D

Kirain Mbak Imerlina Putri nyinggung badan saya, ternyata gaji KTT toch yang berat. hehe :D

Balas
Author
07 February, 2015 23:06 ×

terimakasih mas dory tentang ilmu pengetahuannya yang dibagikan secara gratis .....
salam hangat dan salam persahabatan saja ...

Balas
Author
08 February, 2015 07:35 ×

Ijin nyimak buat pengetahuab

Balas
Author
08 February, 2015 08:40 ×

Maaf Mas OOT. Itu gambarnya kok "Life Guard" model penjaga pantai gitu. Emang kalau di pertambangan pakaiannya gitu juga, beda kan.
hehehee

Balas
Author
08 February, 2015 12:12 ×

KTT itu rupanya Kepala Teknik Tambang, saya kira Kenferensi Tingkat Tinggi...

Balas
Author
08 February, 2015 14:19 ×

Hehehe iya ndak papa Mas Renggo, tapi kok ya pas banget mepet Mbak Imerlina Putri. :D

Saya sih ndak pernah berniatan untuk menjerumuskan pembaca mas, itu sebab nya setiap habis menulis pendapat saya pribadi, saya sertakan juga sumber saya mempelajari suatu hal di bawah pendapat saya tersebut. Tujuan nya agar penilaian pembaca lebih obyektif setelah melihat artikel saya, sekaligus menunjukkan bahwa saya tidak memaksakan pendapat saya kepada siapapun. Pembaca bisa memiliki pendapatnya sendiri-sendiri dengan melihat sumber yang saya tulis. :D

Saya jadi agak ngeri kalau Mas Renggo yang bilang "Ora ragu" di atas. Coba kalau Mbak Imerlina Putri yang bilang "wes aku ora ragu sama Mas Dory", pasti akan sangat senang hati ini. hahahaha :D

Balas
Author
08 February, 2015 14:20 ×

Sama-sama Mas Purnama, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan. :D

Balas
Author
08 February, 2015 14:23 ×

Lho bukannya akang Cilembu memang sudah jadi KTT sejak dulu kang, Kepala Teknik Tambang Ubi Cilembu, kan yang di tambang Ubi Cilembu. hehehehe

Balas
Author
08 February, 2015 14:29 ×

Amin, Iya mas, terima kasih sudah berkunjung dan salam kenal juga untuk Mas Iqrozen. :D

Balas
Author
08 February, 2015 14:34 ×

Sama-sama Juragan. Semoga informasi diatas bisa bermanfaat buat yang lagi nyari apa saja kewajiban Kepala Teknik Tambang (KTT) di suatu pertambangan. Salam persahabatan buat agan Info Menarik :D

Balas
Author
08 February, 2015 14:35 ×

Ijin di berikan, semoga bisa menambah wawasan kita semua. hehe

Balas
Author
08 February, 2015 14:44 ×

Permintaan maaf diterima hehe. Kalau pakaian tambang mah ndak gitu kali Mas, aya-aya wae nih mas Ridha Harwan hehe. Tadinya saya mau kasih gambar Mbak Jupe saat jadi penjaga pantai dulu, namun takutnya Mas Ridha malah ndak baca tulisan saya dan keasyikan lihat foto Mbak Jupe terus. hehehehe

Lagi ngetest gimana googlebot melihat suatu gambar mas untuk di tampilkan di search result khusus image. Walaupun sudah diberi alt sesuai title, ternyata hasilnya belum sesuai jika gambar tidak benar-benar berhubungan dengan konten blog. Saya rasa googlebot sekarang lebih canggih dan bisa menilai pola dari gambar, jadi tidak melihat hanya alt nya saja. hehehe ngeles dot com

Balas
Author
08 February, 2015 14:47 ×

Iya Mas Daniel Nagata, KTT itu Kepala Teknik Tambang. Saya mah berbagi informasi berdasarkan apa yang saya pahami, dalam hal ini Pertambangan. Kalau bahas Konferensi Tingkat Tinggi mah ketinggian buat kelas seperti saya Mas. hehe

Balas
Author
08 February, 2015 14:48 ×

hahahaha,,,, ada ada aja nie mas,,,, lucu lucu

Balas
Author
08 February, 2015 19:46 ×

iya juga nih mas,aseli jadi nambah wawasan saya nih.
soalnya topik blog ini bener2 baru buat saya

Balas
Author
08 February, 2015 19:50 ×

nah itu dia saya tunggu gimana penjelasan kok bisa pepet memepet itu mas
penasaran soalnya

Balas
Author
08 February, 2015 19:52 ×

pastinya dibutuhkan bagi calon KTT mas

Balas
Author
08 February, 2015 19:54 ×

juragan ubi tepatnya

Balas
Author
08 February, 2015 19:56 ×

jangan2 mau nyimak mas dory nih

Balas
Author
08 February, 2015 19:57 ×

saya malah pengen juve nih mas

Balas
Author
08 February, 2015 19:59 ×

sekarang dah kelas berapa sih mas?

Balas
Author
08 February, 2015 20:41 ×

aduh jadi malu saya mas dory, ko juragan ... hehe kesannya jadi kayak juragan apa gitu ... :D

Balas
Author
08 February, 2015 22:08 ×

sekedar baca-baca lah.... biar lebih tau tentang KepMen 555

Balas
Author
08 February, 2015 22:58 ×

nah, kalau kewajiban di perinsdustrian seperti halnya KTT (not konferensi tingkat tinggi) harus mengacu pada peraturan kepmen. BTW, mas dory kayaknya mantap deh kerja di pertambangan mas ya. Semangat kerja mas, pasti capek.

Balas
Author
09 February, 2015 03:14 ×

Apalagi buat saya mas, padahal tadi sore juga dah berkunjung kesini cuma bingung aja mau kasih kometar apa gituh

Balas
Author
09 February, 2015 03:18 ×

Boss besar lah pokoknya...
udah bolak-balik baca masih belum nemu buat ngasih komentarnya mas, numpang nimbrung aja dulu hehehe

Balas
Author
09 February, 2015 03:19 ×

Lah itu mah komentar saya dipostingan sebelumnya Mas Daniel :D

Balas
Author
09 February, 2015 04:40 ×

Hehehe kok saya jadi ikutan bingung ya mau nanggapi komentar Mas Yanto sama Mas Marnes di atas. Kalau saya sih ndak terlalu maksain lho mas untuk memahami topik yang di bahas. :D

Balas
Author
09 February, 2015 04:46 ×

Mudah-mudahan seperti itu ya Mas Yanto. Biar niat orang tersebut lebih mantab lagi untuk mencalonkan diri menjadi KTT di pertambangan. :D

Balas
Author
09 February, 2015 04:53 ×

Kan memang sudah kewajiban kita gan untuk memuliakan tamu yang datang, baik itu yang bertamu ke rumah kita, maupun yang berkomentar di blog kita hehe. Asalkan kalau berkunjung, bawa udud sendiri ya mas. hehehe :D

Balas
Author
09 February, 2015 04:55 ×

Saya Barcelona saja Mas Yanto. hehe

Balas
Author
09 February, 2015 04:58 ×

Nah kan, saya bilang juga apa. Nih pasti diklaim Mas Marnes juga. :D

Balas
Author
09 February, 2015 05:00 ×

Sekedar baca-baca doang Mbak Erna. Ndak mampir dulu mbak, nih kebetulan ada kopi, ngopi yuuk. hehe

Balas
Author
09 February, 2015 05:04 ×

Saya mah cuma berbagi informasi saja mas Mu Zibur tentang pertambangan yang kebetulan sesuai dengan bidang pekerjaan saya. hehe terima kasih atas semangat nya, dan semangat juga buat Mas Muzi, semoga target Mas Muzi bulan ini bisa tercapai. :D

Balas
Author
09 February, 2015 09:39 ×

Sampean kerja di tambang
wah hati pasti senang
Tak kurang uang
Sebab pinter tentang undang-undang..

Balas
Author
09 February, 2015 10:33 ×

jadi bukan orang-orang sembarangan juga ya mas mereka yang terpilih menjadi KTT, ada sekolah dan pelatihannya juga, soalnya menyangkut keselamatan banyak orang termasuk anggota yang dia bimbing.

Balas
Author
09 February, 2015 10:34 ×

kalau sudah banyak tahu tentang undang-undang,
so pasti tidak akan jadi pecundang,
karena banyak tahu tentang hukum,
yang tidak akan pernah vakum.

Balas
Author
09 February, 2015 13:17 ×

berat juga ya mas kalau jadi kepala teknik tambang....mana tanggung jawab penuh lagi kepada bawahan dan mengawasi seluruh pekerjaan....namun kayaknya sebanding dengan hasilnya kali ya....ok makasih gan infonya

Balas
Author
09 February, 2015 13:17 ×

mungkin bagi yang lain mas tidak ada niat untuk menggurui, tapi bagi saya, mas adalah guru yang rela dan iklhas memberikan ilmunya, maka dari itu saya ucapkan ribuan terima kasih atas dedikasinya tentang dunia pekerjaan ini :D

Balas
Author
09 February, 2015 13:18 ×

bisa juga mbak devy berpuisi....kalau gitu saya hanya bernyanyi sendiri....untuk menghibur pekerja tambang yang kemungkinan selalu sunyi....heheheeeee

Balas
Author
09 February, 2015 13:22 ×

kalau saya metallica aja deh mas....keluaran terbaru ya....heeeee

Balas
Author
09 February, 2015 13:23 ×

Menjadi seorang KTT ( Kepala Teknik Tambang ) tentu sangatlah tidak mudah ya kang . setidaknya harus paham akan kepmen 555 . Kang Dory paham bener soal KTT ini :D . jangan2 kang dory kepala teknik tambang ya ? :D

Balas
Author
09 February, 2015 14:06 ×

Betapa beruntung nya seorang pria yang bisa mendapatkan hati Mbak Anisa Nastutik dan Mbak Devy Indriyani sebab hati nya ndak akan pernah sunyi dan sepi hehehe. :D Saya nyanyi sama Mbah Dinan saja dech, kan kasian Mbah Dinan nanti nyanyi sendirian. :D

Balas
Author
09 February, 2015 14:14 ×

Nah betul tuh Mbak Devy, biasanya orang yang dijadikan Kepala Teknik Tambang (KTT) adalah orang yang sudah paham betul tentang pertambangan. :D

Balas
Author
09 February, 2015 14:21 ×

Iya Mbah, tanggung jawab dan kewajiban Kepala Teknik Tambang memang sangat besar. Karena itu diperlukan kerja sama tim yang solig dan saling bersinergi demi tercapainya tujuan KTT yaitu meminimalisir dan menghilangkan segala potensi bahaya yang mengancam Keselamatan dan Kesehatan Kerja pekerja tambang. :D

Balas
Author
09 February, 2015 14:24 ×

Wah jangan jadikan saya guru Mas Ibrahim, bisa-bisa Mas Ibrahim kayak murid saya sebelumnya yang berjuluk pendekar kapak 212 hehe. Tapi terima kasih atas apresiasi yang Mas Ibrahim berikan. Benar-benar memotivasi saya untuk terus berbagi informasi tentang pertambangan. :D

Balas
Author
09 February, 2015 14:29 ×

Hehehe tidak harus jadi KTT untuk bisa memahami apa yang ada dalam KepMen 555 Mas Hary Wardiansyah, dan masih sangat banyak orang yang lebih paham tentang hal ini daripada saya. Asalkan kita rajin baca pasal-pasal yang ada di buku pedoman KepMen 555, saya rasa lama kelamaan kita akan sedikit paham tentang apa yang kita baca. :D

Balas
Author
09 February, 2015 18:00 ×

Edunnn kemarin persayatannya aja udah berat mas dan sekarang giliran kewajibannya makin frustasi saya pasti kalo saya nnyalon jadi KTT udah strees duluan krna tanggung jawabnya menn berat sangat

Balas
Author
09 February, 2015 22:22 ×

hadir mas... kock jadi saya sich yg dicoba...?

Balas
Author
09 February, 2015 22:34 ×

Cuma becanda doank kok Mbak Imerlina Putri. Mohon jangan dimasukkan ke hati ya mbak dan maaf jika saya ada salah-salah kata. :D

Balas
Author
10 February, 2015 00:34 ×

tp nggak asyik ah mas bila nggak ada yg sesuai topik.
jadi kesannya nggak baca artikelnya.
menghargai suguhan tuan rumah kan termasuk salah satu kewajiban tamu.
apalagi kalau disuguhin kopi,dijamin deh pasti abis

Balas
Author
10 February, 2015 00:36 ×

padahal nih padahal ngarep dimasukkan hati loh.
iya kan mas.hayo ngaku aja deh.hahaha

Balas
Author
10 February, 2015 00:37 ×

cari yg cewek dong mas
masak nimbrung disini sih

Balas
Author
10 February, 2015 00:37 ×

loh suka bola juga toh mas.

Balas
Author
10 February, 2015 08:44 ×

mampir kesini jadi nambah wawasan,terimakasih udah share mengenai kewajiban KTT,setelah membaca saya jadi agak sedikit tau :D

Balas
Author
10 February, 2015 13:31 ×

Wah nampak ribet ya Mas? tetapi maksud peraturan tersebut adalah meningkatkan mutu pengelolaan tambang di negeri ini. Semakin besar dan sulit persyaratan, semakin besar pula tanggung jawab dan risiko, besar juga income.

Balas
Author
10 February, 2015 13:35 ×

Kalau boleh saya saran ya Mas... Patuhi dulu, dan enjoy dalam berkerja. InsyaAllah itu jalan menuju sukses bagi Mas...

Balas
Author
10 February, 2015 19:16 ×

saya FCBayern

Balas
Author
11 February, 2015 19:15 ×

nah itu dia namanya kawan sejari...eh kawan sejati mas...makasih deh...ayo nyanyi lagi mas...

Balas
Author
11 February, 2015 19:19 ×

masih berkutat dengan pekerja tambang mas...mbok ya menghibur diri sama pekerjanya sekali-sekali...ajak karaoke keluarga aja mas...
ok deh...intinya semua pekerjaan memang memerlukan tanggung jawab yang tinggi dan kesadaran untuk melakukan prosedur keselamatan agar produksi berjalan lancar...nah KTT juga punya tugas yang saling berkaitan...tinggal pekerja lainnya juga harus bisa bersinergi ya gan? gimana bro?....oh ya benar gak...katanya pekerja tambang itu gajinya tinggi?

Balas
Author
11 February, 2015 19:52 ×

wkwkwkw, saya malah senang bacain yang komentar nih. Pada kreatif semua komentarnya. :D

Balas
Author
12 February, 2015 08:06 ×

iya mas, terima kasih ya :)

Balas
Author
12 February, 2015 22:24 ×

hahahah udunya tinggal separo mas, tapi kopinya mau minta sama yang punya rumah saja ah ...

Balas
Author
13 February, 2015 01:03 ×

nah saya setuju sekali kang :D , dicoba dan terus mencoba pasti alhasil akan paham dan lbhn mendalam pengetahuannya lagi :D . widihh ganti tempe nih Mas Dory ? :D, krenn kang templatenya

Balas
Author
13 February, 2015 12:06 ×

Ternyata ada peraturan yang cukup banyak ya mas :)

Balas
Author
13 February, 2015 16:48 ×

yah pada akhirnya tanggung jawab itu penting dan memang harus dilaksanakan untuk memaksimalkan kerja menuju keberhasilan...sisanya ....adminnya kemana nih...masih sibuk kerja ya min?....liburan min jangan kerja mulu...biar otak fresh....ane tunggu depan gang ya min? heeee

Balas
Author
14 February, 2015 19:56 ×

Jujur baru menemui topik artikel seperti ini namun setidaknya membuka wawasan saya topik apa saja syah-syah saja untuk dijadikan tema tulisan walaupun mungkin orang lain asing ditelinga."BPI"

Balas
Author
14 February, 2015 23:19 ×

Dapat pengetahuan baru ni tentang KTT, salam kenal dulu mas

Balas
Author
16 February, 2015 04:05 ×

Kalau kopi itu suguhan wajib yang pasti ada Mas Yanto. Survey membuktikan bahwa kopi bisa mempererat tali silaturahmi lebih baik dibandingkan dengan suguhan lainnya. hehe hasil survey dari mana tuh ya. :D

Balas
Author
16 February, 2015 04:08 ×

Hahaha ini mas Yanto ada-ada saja, padahal saya kan orangnya lugu dan ndak berpikir sampai sejauh itu coba. :D

Balas
Author
16 February, 2015 04:10 ×

Hehehe tanpa diminta pun kopinya pasti langsung siap di atas meja mas Info Menarik. :D

Balas
Author
16 February, 2015 04:13 ×

Iya mbak sama-sama. Ai jadi adem kalau dapat ucapan terima kasih dari mbak Erna. hehe :D

Balas
Author
16 February, 2015 04:16 ×

Hehehe terima kasih mas Hary Wardiansyah, tidak ganti template Mas, cuma sedikit modif saja di sela-sela waktu yang ada. Tujuan nya supaya lebih memudahkan pengunjung dalam menavigasi blog ini Mas Hary. :

Balas
Author
16 February, 2015 04:21 ×

Hehehe kayaknya Mas Ainnul Yaqin tambah menderita banget setelah lihat kewajiban Kepala Teknik Tambang di atas, padahal kemarin sudah menderita lihat persyaratan menjadi KTT. :D

Balas
Author
16 February, 2015 04:23 ×

Iya sama-sama Mbak Defa Ramadhani, terima kasih juga sudah berkunjung dan berkomentar di blog jelek saya ini ya mbak. O iya saya mau tanya blog nya Mbak Defa apa ya, kok saya kesulitan nemuin blognya mbak Defa. Mohon maaf ya mbak jika selama ini saya belum kunbal ke basecamp nya Mbak Defa. :D

Balas
Author
16 February, 2015 04:25 ×

Hehehe pokok e joged dan nyanyi saja ya Mbah Dinan. :D

Balas
Author
16 February, 2015 04:29 ×

Benar sekali Mas Tubagus, Keputusan Menteri (KepMen) 555 tentang kewajiban KTT di buat salah satunya untuk menjadi pedoman dan lebih memudahkan Kepala Teknik Tambang nantinya dalam menjalankan tugas dan kewajiban nya di pertambangan yang dia pimpin. :D

Balas
Author
16 February, 2015 04:30 ×

Amin terima kasih atas tambahan sarannya agan Info Medis. :D

Balas
Author
16 February, 2015 04:35 ×

Betul itu Mbah Dinan, apapun bidang pekerjaan kita, kita dituntut untuk bisa menjalankan tugas dan kewajiban kita untuk pekerjaan tersebut. Tidak terkecuali Kewajiban KTT ini. Tujuan akhirnya kan untuk menciptakan suasana kerja yang aman, selamat dan kondusif untuk semua pekerja tambang di dalam nya. Kalau tinggi rendah nya gaji pekerja tambang itu relatif mbah, jika dibandingkan dengan gajinya presiden atau menteri mah tidak ada apa-apanya mbah hehehehe. Yang terpenting di syukuri saja mbah berapun rejeki yang kita dapat. :D

Balas
Author
16 February, 2015 04:38 ×

Hehehe iya mas Ridha Harwan, banyak yang ngalor ngidul saat berkomentar. Tapi ndak papa, itu tandanya saya diterima sebagai sahabat oleh para sahabat yang berkomentar di atas, dan itu saja sudah cukup buat saya. hehehe

Balas
Author
17 February, 2015 09:25 ×

Iya Mas Dory, mudah-mudahan membawa banyak manfaat tulisan di blog ini. :D

Balas
Author
26 August, 2015 00:20 ×

Mau tnya mas, untuk memegang jabatan KTT apa harus mempunyai title? Misal nya memiliki pendidikan S1?

Balas
Author
06 February, 2017 11:25 ×

Butuh kerja sama team yang baik....sadar akan pentingnya kesehatan dan keselamatan....jadikanlah keselamatan dan kesehatan menjadi suatu kebutuhan

Balas
Author

Silahkan tambahkan komentar anda di bawah ini.

Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Terima kasih sudah berkomentar