Menghitung Produktivitas Alat Angkut di Tambang

Blog Mas Dory - Menghitung produktivitas alat angkut di tambang menggunakan rumus. Setelah kemarin saya berbagi informasi tentang cara menghitung produktivitas alat muat (excavator, power shovel, dll), sekarang saat nya saya berbagi informasi tentang cara menghitung produktivitas alat angkut seperti Dump truck, ADT, dll.

Ada banyak manfaat yang bisa kita peroleh, khusus nya buat anda yang bekerja sebagai pengawas di suatu pertambangan. Yang pertama, kita bisa mengetahui nilai produktivitas unit angkut di tambang dan berapa pencapaian target maksimal yang bisa diperoleh unit angkut tersebut. Jika produktivitas unit angkut tersebut belum bisa memenuhi target produksi perusahaan, maka tindakan apa yang bisa di ambil agar target perusahaan tetap bisa tercapai.

Convoy alat berat dengan articulated dump truck ADT | Blog Mas Dory

Selain itu kita juga bisa mengetahui nilai faktor kesesuaian (Match factor) antara alat muat dan unit angkut dalam satu front (fleet), dimana nilai match factor menunjukkan efisiensi kerja dan keserasian antara alat muat dan unit angkut di tambang. Untuk rumus hitungan dari Match factor sendiri akan saya bahas di kesempatan berikutnya.

Baca juga: Cara menghitung dan memahami produktivitas suatu alat muat tambang di sini.

Kembali lagi ke rumus untuk menghitung produktivitas alat / unit angkut di tambang. Berikut ini rumus yang digunakan untuk menghitung productivity alat angkut di tambang.

\(\begin{equation} P_{tr}=\frac{60}{C_{tr}}\times{S_{vc}}\times{F_{vc}}\times{M_{a}}\times{E_{u}} \end{equation}\)


Keterangan:
\(\begin{equation}P_{tr}\end{equation}\) = Produktivitas truck (alat angkut / unit angkut) - \(\begin{equation}m^{3}\end{equation}\)/jam.

\(\begin{equation}C_{tr}\end{equation}\) = Cycle time truck atau alat angkut - menit.

\(\begin{equation}S_{vc}\end{equation}\) = Standard vessel capacity, Kapasitas standard muatan vessel (bak) truck atau alat angkut - \(\begin{equation}m^{3}\end{equation}\).

\(\begin{equation}F_{vc}\end{equation}\) = Fill Factor vessel capacity, Faktor pengisian kapasitas muatan material ke vessel alat angkut - %.

\(\begin{equation}M_{a}\end{equation}\) = Mechanical Availability unit angkut - %.

\(\begin{equation}E_{u}\end{equation}\) = Effectivity Utility unit angkut - %.


Dari persamaan diatas bisa diketahui faktor apa saja yang mempengaruhi besar kecilnya produktivitas alat angkut di tambang. Dari masing-masing faktor, mempunyai rumus hitungan masing-masing. Berikut ini adalah faktor-faktor beserta rumus untuk menghitung nya.

1. Cycle time truck atau alat angkut.
Cycle time truck (\(\begin{equation}C_{tr}\end{equation}\)) adalah waktu edar yang diperlukan alat angkut untuk menyelesaikan 1 trip pekerjaan. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan alat angkut menyelesaikan 1 trip, semakin tinggi produksi yang di hasilkan unit tersebut. Berikut ini rumus untuk mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan unit angkut dalam 1 trip (rumus cycle time alat angkut).
\(\begin{equation} C_{tr}=\frac{S_{tf}+L_{t}+H_{tf}+S_{td}+D_{t}+H_{te}}{60} \end{equation}\)


Keterangan:
\(\begin{equation}C_{tr}\end{equation}\) = Waktu edar yang dibutuhkan unit angkut dalam 1 trip - trip/menit.

\(\begin{equation}S_{tf}\end{equation}\) = Setting time unit angkut di front loading area. Yaitu waktu yang dibutuhkan unit angkut untuk menempatkan posisi (sebelum unit dimuati muatan oleh alat angkut) - detik.

\(\begin{equation}L_{t}\end{equation}\) = Loading time. Yaitu waktu yang dibutuhkan unit angkut selama proses pemuatan material oleh alat angkut - detik.

\(\begin{equation}H_{tf}\end{equation}\) = Hauling time full. Yaitu waktu yang dibutuhkan untuk mengangkut material dari front ke disposal (unit angkut dalam kondisi penuh muatan) - detik.

\(\begin{equation}S_{td}\end{equation}\) = Setting time disposal. Yaitu waktu yang dibutuhkan unit angkut untuk memposisikan unit saat di disposal - detik.

\(\begin{equation}D_{t}\end{equation}\) = Drop time. Yaitu waktu yang diperlukan alat angkut saat menumpahkan, bongkar, material di disposal - detik.

\(\begin{equation}H_{te}\end{equation}\) = Hauling time empty. Waktu yang dibutuhkan unit angkut untuk kembali dari disposal ke front area (unit angkut dalam kondisi kosong) - detik.

Angka 60 = satuan untuk mengubah cycle time 1 trip satuan detik ke menit. 1 menit = 60 detik.

Kita bisa menambahkan faktor lain ke dalam persamaan di atas jika faktor tersebut mempengaruhi waktu yang dibutuhkan unit menyelesaikan 1 trip kerjanya. Misalnya jika terjadi antrian unit di front area. Maka lama waktu antrian akan di tambahkan.

2. Standard vessel capacity (\(\begin{equation}S_{vc}\end{equation}\)).
Standard vessel capacity atau kapasitas standar muatan material vessel dari alat angkut. Kapasitas standard vessel bisa diketahui dari buku pedoman unit yang dikeluarkan oleh perusahaan pembuat alat angkut tersebut (\(\begin{equation}m^{3}\end{equation}\)).

3. Fill Factor vessel capacity (\(\begin{equation}F_{vc}\end{equation}\)).
Fill factor vessel capacity atau faktor kapasitas pengisian vessel adalah perbandingan antara kapasitas nyata vessel alat angkut dengan kapasitas standar vessel alat angkut. Semakin banyak kapasitas nyata yang bisa di angkut, maka semakin tinggi produktivitas unit angkut tersebut. Berikut ini rumus yang digunakan untuk menghitung fill factor vessel capacity.
\(\begin{equation} F_{vc}=\frac{R_{vc}}{S_{vc}} \end{equation}\)


Keterangan:
\(\begin{equation}F_{vc}\end{equation}\) = Fill factor vessel capacity - satuan %.

\(\begin{equation}R_{vc}\end{equation}\) = Real vessel capacity, kapasitas muatan nyata vessel alat angkut - satuan \(\begin{equation}m^{3}\end{equation}\).

\(\begin{equation}S_{vc}\end{equation}\) = Standard vessel capacity, Kapasitas muatan standar vessel alat angkut - satuan \(\begin{equation}m^{3}\end{equation}\).


4. Mechanical availability alat angkut (\(\begin{equation}M_{a}\end{equation}\)).
Ketersediaan alat angkut berdasarkan dari kondisi mekanikal alat tersebut.

5. Effective Utility alat angkut (\(\begin{equation}E_{u}\end{equation}\)).
Ketersediaan alat angkut berdasarkan dari penggunaan efektif alat tersebut.

Baca juga: Cara menghitung ketersediaan alat di tambang berdasarkan kondisi mekanis (\(\begin{equation}M_{a}\end{equation}\)), kondisi fisik (\(\begin{equation}P_{a}\end{equation}\)), ketersediaan penggunaan (\(\begin{equation}U_{a}\end{equation}\)), dan efektif penggunaan (\(\begin{equation}E_{u}\end{equation}\)) di sini.

Contoh Kasus.
Setelah kita mengetahui semua rumus yang mempengaruhi produktivitas unit angkut tambang di atas, tidak lengkap rasanya jika tidak berlatih menggunakan rumus tersebut. Mari kita belajar bersama menyelesaikan contoh kasus di bawah ini.

Harap diperhatikan:
Angka kapasitas standard bucket alat muat dan angka kapasitas standard vessel alat angkut di contoh kasus dibawah ini mungkin berbeda dengan spesifikasi data alat muat dan alat angkut di buku pedoman yang dikeluarkan oleh perusahaan pembuat unit tersebut. Dan saya menggunakan semua angka lainnya hanya sebagai perumpamaan saja, mungkin saja angka ini berbeda dengan kenyataan nya di lapangan. Saya menggunakan angka tersebut cuma bertujuan untuk berlatih menggunakan rumus produktivitas alat angkut.

Jangan jadikan angka tersebut sebagai patokan untuk menghitung produktivitas unit angkut di tambang tempat anda bekerja. Jauh lebih bijaksana jika anda melihat buku pedoman tentang berapa kapasitas standar bucket dan kapasitas standar vessel sebenarnya di perusahaan tempat anda bekerja dan lakukan pengamatan sendiri di lapangan untuk bisa mengetahui produktivitas unit tersebut.

Coba hitung berapa produktivitas satu unit alat angkut Caterpillar ADT 740 per jam nya di tambang berdasarkan data yang dikumpulkan pengawas tambang saat unit tersebut beroperasi.

Data dari pengawas:
1. Alat muat menggunakan PC-400 Komatsu - Standard bucket 3,2 \(\begin{equation}m^{3}\end{equation}\). Memerlukan waktu sekitar 22 detik untuk 1 cycle time alat muat.

2. Kapasitas muatan standard (\(\begin{equation}S_{vc}\end{equation}\)) vessel ADT-740 Caterpillar adalah 24 \(\begin{equation}m^{3}\end{equation}\). Memerlukan 7,5 sampai 8 bucket untuk mengisi vessel ADT-740 menggunakan PC-400.

3. Kapasitas nyata muatan (\(\begin{equation}R_{vc}\end{equation}\)) vessel ADT-740 Caterpillar adalah 22 \(\begin{equation}m^{3}\end{equation}\).

4. Mechanical availability (\(\begin{equation}M_{a}\end{equation}\)) ADT-740 Caterpillar sebesar 94%.

5. Effective utility (\(\begin{equation}E_{u}\end{equation}\)) ADT-740 Caterpillar sebesar 85%.

6. Setting time front (\(\begin{equation}S_{tf}\end{equation}\)) di front loading - 20 detik.

7. Loading time (\(\begin{equation}L_{t}\end{equation}\)) ADT-740 : 8 bucket x 22 detik = 176 detik.

8. Hauling time full (\(\begin{equation}H_{tf}\end{equation}\)) ADT-740 - 240 detik.

9. Setting time disposal (\(\begin{equation}S_{td}\end{equation}\)) ADT-740 - 25 detik.

10. Drop time (\(\begin{equation}D_{t}\end{equation}\)) ADT-740 - 16 detik.

11. Hauling time empty (\(\begin{equation}H_{te}\end{equation}\)) ADT-740 - 200 detik.

Jawaban contoh kasus di atas.
Sebelum bisa mengetahui berapa produltivitas ADT-740 Caterpillar di atas, kita harus menghitung dulu faktor-faktor yang mempengaruhi nya berdasarkan rumus produktivitas unit angkut di atas. Berdasarkan data yang telah di buat pengawas saat observasi lapangan untuk ADT-740, Kita tinggal mencari berapa cycle time ADT-740.
Cycle time truck (\(\begin{equation}C_{tr}\end{equation}\)) ADT-740 Caterpillar.

\(\begin{equation} C_{tr}=\frac{S_{tf}+L_{t}+H_{tf}+S_{td}+D_{t}+H_{te}}{60} \end{equation}\)

\(\begin{equation} C_{tr}=\frac{20+176+240+25+16+200}{60} \end{equation}\)

\(\begin{equation} C_{tr}\end{equation}\) = 15 menit (angka pembulatan) setiap 1 trip

Berikutnya kita hitung berapa Fill factor vessel capacity (\(\begin{equation}F_{vc}\end{equation}\)) ADT-740 Caterpillar.
Fill factor vessel capacity (\(\begin{equation}F_{vc}\end{equation}\)) ADT-740 Caterpillar.

\(\begin{equation} F_{vc}=\frac{R_{vc}}{S_{vc}} \end{equation}\)

\(\begin{equation} F_{vc}=\frac{22}{24} \end{equation}\)

\(\begin{equation}F_{vc}\end{equation}\) = 92% (angka pembulatan)

Setelah kita mengetahui Cycle time dan Fill factor vessel capacity ADT-740 Caterpillar di atas, sekarang kita bisa mengetahui berapa produktifitas alat angkut tersebut di tambang.

Productivity truck (\(\begin{equation}P_{tr}\end{equation}\)) atau alat angkut ADT-740 Caterpillar.

\(\begin{equation} P_{tr}=\frac{60}{C_{tr}}\times{S_{vc}}\times{F_{vc}}\times{M_{a}}\times{E_{u}} \end{equation}\)

\(\begin{equation} P_{tr}=\frac{60}{15}\end{equation}\) x 24 x 92% x 95% x 85%

\(\begin{equation}P_{tr}\end{equation}\) = 71,3 \(\begin{equation}m^{3}\end{equation}\)/jam

Dari contoh kasus di atas, kita bisa mengetahui produktivitas per unit per jam alat angkut Articulated Dump Truck ADT-740 Caterpillar adalah 71,3 \(\begin{equation}m^{3}\end{equation}\)/jam dengan alat muat PC-400 Komatsu.

Tentunya ini hanya satu contoh yang saya sederhanakan. Pada kenyataan nya, kita harus mengetahui semua faktor yang mempengaruhi produltivitas alat angkut tersebut satu-persatu. Mungkin di butuhkan kerjasama team antar pengawas saat mengumpulkan data di lapangan, dan semua harus dilaksanakan secara tepat, terschedule, dan usahakan tidak ada poin yang dilupakan, agar kita bisa mengukur tingkat produktivitas unit angkut dengan tepat.

Selain melakukan pekerjaan yang berorientasi produksi, jangan pernah lupa orientasi utama dalam bekerja adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Berorientasi safety dalam bekerja bisa menyelematkan karyawan dari bahaya kecelakaan selama bekerja, selain itu juga bisa meningkatkan nilai produksi tanpa diimbangi dengan peningkatan accident. So, keep work safety all.

Artikel berikut nya tentang menghitung faktor kesesuaian antara alat muat dan alat angkut dalam satu front area di pertambangan. Jadi tetaplah setia bersama Blog Mas Dory. Siapa tahu informasi yang terdapat di dalamnya bisa bermanfaat buat pekerjaan anda nantinya.
Reviewer: Mas Dory
on: 1/09/2015, Rating: 5
ItemReviewed: Menghitung Produktivitas Alat Angkut di Tambang
Descripton: Blog Mas Dory rumus untuk menghitung produktivitas alat atau unit angkut di pertambangan. Cycle time dan fill factor unit angkut.
70 komentar Form Kotak komentar
10 January, 2015 00:21 ×

Wah saya baru tahu cara Menghitung Produktivitas Alat Angkut, bermanfaat sekali

Balas
Author
10 January, 2015 04:37 ×

Iya Mas, dengan rumus ini, kita bisa mengetahui seberapa produktif alat atau unit angkut di tambang. Semoga bermanfaat dan salam kenal buat Mas Ikhsanudin. :D

Balas
Author
10 January, 2015 07:52 ×

Saya jadi ingat dulu pernah naik ke kabin ekskavator. Pedal gas nya banyak betul, entah gimana cara makainya. Pantesan saja rumus ini muncul. Karena alat-alat ini memang biaya operasionalnya cukup mahal yah.

Balas
Author
10 January, 2015 10:37 ×

saya baru kali ini lihat rumus nya dunia pertambangan, rumit ya mas perhitungannya, haha

Balas
Author
10 January, 2015 13:18 ×

wah keren mas, dunia pertambangan ternyata lebih susah dari yang saya bayangkan, jadi tambah ilmu nih

Balas
Author
10 January, 2015 13:32 ×

waduh berat juga ya mas...kayaknya kerjaan penuh dengan alat berat semua...kayaknya berat juga bawa duit gaji ya? heee

Balas
Author
10 January, 2015 13:34 ×

nah kalau si harwan sih mending udah pernah naik...saya boro-boron naik mas...malah yang ada diomelin terus karena mainnnya dekat orang kerja tambang waktu dikalimantan. hehehe

Balas
Author
10 January, 2015 13:35 ×

yang jelas cara penghitungannya lumayan rumit juga...semua kayaknya terkoneksi, dari luas area, hour activity, low feed grounder dan lain sebagainya ya mas...pusing juga ngelihatnya...

Balas
Author
10 January, 2015 14:18 ×

Dengan menerapkan rumus perhitungan yang tepat, hasil dari tambang sesuai yang di harapkan Gunanya rumus ini memperkecil peluang terjadinya kesalahan. By the way,
Kalau dilihat dari rumusnya lumayan bikin puyeng nih mas dory. tapi saya salut mas kerja di pertambangan, gajinya setimpal dengan capeknya. Beda dengan alam saya. Sukses terus mas dory.

Balas
Author
10 January, 2015 15:21 ×

Hehe masih beruntung Mas Ridha Harwan bisa naik ke kabin Excavator. Jika unit tersebut berada di wilayah tambang, maka hanya operator dan orang-orang yang di beri ijin lah yang bisa menaiki nya.

Benar mas Ridha, jika tidak dihitung dengan benar berapa produktivitas suatu alat muat atau alat angkut di tambang, maka potensi kerugian bisa tambah besar. Karena setiap unit nya membutuhkah ratusan sampai ribuan liter BBM industri setiap shift kerjanya. :D

Balas
Author
10 January, 2015 15:30 ×

Kelihatannya saja rumit mas, namun kenyataan nya bisa saja lebih mudah (atau lebih sulit). hehe Terima kasih atas kunjungannya Mas Buret mrj. :D

Balas
Author
10 January, 2015 15:34 ×

Iya Mbah Dinan, dibutuhkan observasi dan pengumpulan data di lapangan terlebih dahulu sebelum kita bisa menghitung produktivitas suatu alat di tambang. Dan di butuhkan kerja sama team dalam hal ini, karena observasi tersebut tidak mungkin dilakukan sendiri. Hehe terima kasih atas tambahan pendapatnya Mbah Dinan. :D

Balas
Author
10 January, 2015 15:38 ×

Sebenarnya kenyataan di lapangan bisa lebih mudah dari yang kita bayangkan Mas Purnama jika kita memahami pekerjaan tersebut. Dan kita perlu ilmu untuk bisa memahami pekerjaan tersebut mas.

Wah terima kasih mas, saya memang keren kok sejak dulu. Hahaha :D

Balas
Author
10 January, 2015 15:43 ×

Iya, memang penuh alat berat mbah Dinan kalau kerja di tambang. Kalau untuk duit gajinya, saya belum pernah merasa keberatan mbah. Berapapun nilai nya, sok wae atuh asal jangan dikit-dikit amat hahaha :D .

Balas
Author
10 January, 2015 15:49 ×

Benar tuh Mas Mu Zibur, tujuan menghitung produktivitas suatu alat di tambang salah satunya adalah menekan angka kerugian yang bisa di timbulkan oleh alat tersebut.

Kalau masalah gaji sih relatif ya Mas, yang penting apa yang kita miliki bisa berguna buat orang banyak (ngeles dot com). Hehe terima kasih atas kunjungan dan tambahan nya mas Mu Zibur. Sukses juga buat Mas dan keluarga. :D

Balas
Author
10 January, 2015 22:22 ×

teman saya pernah tu mas bekerja di bagian pertambangan, tapi sudah lama tu pensiun karena pernah jatuh dan cedera, akhirnya dia trouma :D

Balas
Author
11 January, 2015 13:02 ×

Turut prihatin mendengar kondisi teman mas Ibrahim M. Pd. I yang cidera. Kerja di daerah pertambangan selain membutuhkan investasi yang sangat besar, tapi juga memiliki resiko kecelakaan yang tinggi. Karena itu banyak perusahaan yang berorientasi safety dalam produksi di suatu pertambangan. Karena kerja yang efisien adalah kerja yang menghasilkan produksi tinggi tanpa di ikuti dengan tinggi nya tingkat kecelakaan di dalamnya. :D

Balas
Author
11 January, 2015 15:12 ×

semuanya saling berakitan ya mas, harus secara detail dan ketelitian yg sangat tinggi supaya tingkat produksi bisa dihasilkan dgn maskimal :) salut deh sama orang-orang kaya mas yg berkecimpung didunia pertambangan ini, semangat :)

Balas
Author
11 January, 2015 15:25 ×

Benar sekali Mas Muhammad Iqbal K, semua perhitungan produksi saling berkaitan satu dengan lainnya. Hal ini di lakukan untuk mengetahui seberapa efektif dan efisien hasil yang diperoleh saat suatu alat beroperasi di tambang. Saya sendiri masih harus banyak belajar mas, namun terima kasih atas apresiasi yang sudah di berikan. :D

Balas
Author
11 January, 2015 15:52 ×

ternyata tak sekedar mengunakan saja ya, semua ada pertimbanganya hebat

Balas
Author
11 January, 2015 15:54 ×

hmmm komentar apa ya mas, jujur saya ga ngerti sama hal beginian ... hihihihi
salam super saja mas ... :)

Balas
Author
11 January, 2015 16:54 ×

Bisa juga sih mas sebuah perusahaan pertambangan menggunakan semua alatnya tanpa hitung-hitungan seperti ini. Namun perusahaan tersebut nantinya sulit membaca produktifitas unit yang dimilikinya di tambang. Mana alat yang produkvitas nya bagus, dan mana yang tidak bagus dan tindakan apa yang bisa di ambil jika produktivitas alatnya menurun. : D

Balas
Author
11 January, 2015 17:58 ×

Hehe tidak apa-apa Mas, saya sudah senang banget mas bisa berkunjung dan berkomentar di blog jelek saya ini. Terima kasih atas kunjungannya. hehe :D

Balas
Author
12 January, 2015 10:49 ×

waqhhh edunn ternyata ada itung itungannya nyerah dehh pokoknya :3

Balas
Author
12 January, 2015 11:01 ×

Hehe iya Mas, masih itung-itung an. Yang ini rumus untuk menghitung produktivitas alat angkut seperti Dumptruck. Sedangkan kemarin rumus untuk menghitung produktivitas alat muat seperti excavator. Berikutnya masih dalam proses pembuatan, yaitu rumus untuk mengetahui kesesuaian dari dua alat tersebut saat beroperasi. Sayang proses buat artikelnya lebih lama dari 2 artikel ini, karena rumusnya lebih komplek. Hehe terima kasih sudah berkunjung ya Mas Ainnul Yaqin. :D

Balas
Author
12 January, 2015 12:03 ×

Sangat bermanfaat ni kak, ijin copy ya ?

oh iya, kunjungan perdana nih, kunjungi balik blog sederhanaku ya ?

Balas
Author
12 January, 2015 12:27 ×

Demi kebaikan bersama, sebaiknya jangan di copy, karena udah ada DMCA nya. Nanti sayang juga jika nilai SERP blog Agan Iril merosot gara-gara ini. :D

Kunjungan perdana di terima dan salam kenal untuk Mas Iril. :D

Balas
Author
12 January, 2015 15:32 ×

Saya gak bisa banyak komentar untuk artikel ini,yang jelas saya sangat menikmati membaca artikel bermanfaat seperti ini,sangat bisa saya jadikan sebagai referensi kerjaan-kerjaan saya..terima kasih ya mas dory

Balas
Author
12 January, 2015 18:31 ×

Alhamdulillah jika sedikit informasi dan pengalaman saya ini bisa bermanfaat buat Mas Muhtar Arifin dan sahabat lainnya. Terima kasih sudah berkunjung, dan salam kenal saya buat Mas Muhtar Arifin dan keluarga. :D

Balas
Author
12 January, 2015 19:18 ×

waduuuuh liatnya aja udah mumet gitu saya :o eh tapi salam kenal yaa mas dori dari sya hehe

Balas
Author
12 January, 2015 19:36 ×

Hehe kalau mumet ngelihatnya sambil minum kopi mas Bayu Pawesti, ntar pasti ndak mumet lagi. Salam kenal juga dari saya buat Mas Bayu Pawesti dan terima kasih sudah berkunjung di blog jelek saya ini. hehe :D

Balas
Author
12 January, 2015 20:06 ×

pastinya dalam segi perhitungan rumus yang akurat & tepat produktivitas utk alat angkut pertambangannya pun akan lbih efisien ya Mas Dory ? dilihat dari semua rumusnya di atas kayanya sulit banget deh :D, tpi kalau mnrut mas dory itu sudah biasa dan mudah ya hehhe

Balas
Author
13 January, 2015 06:14 ×

Iya mas, sebaiknya memang pakai hitungan jika ingin mengetahui produktivitas alat angkut di pertambangan, tujuannya untuk mengetahui berapa pencapaian produksi setiap unit nya. :D . Kalau menurut saya semuanya akan terasa mudah kalau sudah terbiasa mas. :D

Balas
Author
13 January, 2015 08:31 ×

Hmm ko ada soal matematikanya iya hehehe

Balas
Author
13 January, 2015 13:58 ×

hahaha kerennn dahhh mas dory kalo saya jujur gak begitu pintar dalam hal menghitung jadi kayaknya saya mau izin ngopy rumus" nya deh biar jadi jago kayak mas dory :D

Balas
Author
13 January, 2015 14:29 ×

itu diatas kayak bahasa pemrograman ya om, kren sekali ya, bdw itu kalau belajar jurusan apa ya, arsitek atau apa ?

Balas
Author
13 January, 2015 23:21 ×

Cuma hitung-hitung sederhana saja kok mbak, penambahan, pengurangan, pembagian dan perkalian, itu saja hehe. Terima kasih atas kunjungan nya dan salam kenal buat mbak Ai Wida :D

Balas
Author
13 January, 2015 23:31 ×

Bahasa pemrograman yang mana ya yang Mas Albar maksud, apakah perhitungan dasar nya produltivitas alat angkut atau cara penulisan rumus nya di blog. Bahasa mas Albar ketinggian, saya mah ndak ngeh hahaha. :D

Balas
Author
13 January, 2015 23:39 ×

Haha ini Mas Ainnul Yaqin ada-ada saja. Masa ada master niru cara pemula seperti saya, kemunduran dong namanya. Saya juga ndak seberapa pintar menghitung mas. Cuma mungkin sedikit lebih biasa saja menghitung produktivitas unit angkut di tambang di banding mas Ainnul. :D

Balas
Author
14 January, 2015 10:27 ×

darisajian website ini tentang pertambangan sangat mendetail sehingga saya orang awam ini jadi paham seluk beluknya sedikit demi sedikit,hingga saya sekarang mah bisa menghitung produktivitas alat angkut segala kan...tapi kenapa pertambangan kita yang banyak ini tetap saja membuat rakyat ngga sejahtera, coba?

Balas
Author
14 January, 2015 10:39 ×

jujur Mas, saya jadi bingung mau berkomentar apa, soalnya saya benar benar buta 9 tentang beginian, jadi mohon ma'af ya Mas jika komentar saya tidak nyambung sama sekali

Balas
Author
14 January, 2015 10:40 ×

hahahahaha padahal si mamang ini sering berkecimpung dengan alat alat tersebut tu

Balas
Author
14 January, 2015 10:57 ×

Benar sekali jika ada disiplin ilmu dalam setiap bidang pekerjaan, mulai dari bidang akuntansi di kantoran, teknisi komputer, bahkan bekerja sebagai cleaning service pun juga ada teknik dan ilmunya tersendiri (saya bisa mengatakan begini karena saya juga pernah jadi cleaning service sebelum mengenal dunia pertambangan), termasuk juga bidang pertambangan. Dan saya merasa senang jika berbagi pengalaman tentang dunia pertambangan kepada pembaca terlebih kepada orang yang baru mengenal atau baru bekerja di bidang pertambangan.

Untuk pertanyaan yang kedua, itu adalah pertanyaan yang sangat bagus sekali menurut saya. Bahkan saya sendiri sering bertanya seperti itu dalam diri saya. Negeri kita ini sangat kaya, tapi kekayaan tersebut sampai sekarang tidak bisa dinikmati secara merata oleh semua rakyat nya. Tidak hanya pertambangan saja yang banyak, kita hidup di kota saja sudah bisa melihat dengan jelas kesenjangan ini bagaimana banyaknya gedung-gedung tinggi tidak lantas membuat penduduk kota tersebut sejahtera. Menurut kang Cilembu Thea apa yang menyebabkan ini semua terus terjadi coba ?.

Balas
Author
14 January, 2015 11:13 ×

Saya juga harus jujur ini mas, saya sudah merasa sangat senang atas kunjungan dan komentar mas Arie di sini. Dan saya sangat menyadari bahwa tidak ada orang yang bisa memahami semua hal dalam hidup ini. Semua punya bidang nya masing-masing. Yang paling penting itu kan sikap saling peduli kepada sesama. Tidak apa-apa walaupun komentarnya tidak nyambung. Selama sahabat-sahabat saya bekomentar dengan baik di blog jelek ini. Saya juga akan menanggapinya dengan baik. :D

Balas
Author
14 January, 2015 11:25 ×

Haha saya kan juga buruh, coba tanya wakil rakyat kenapa rakyatnya sampai tidak sejahtera. :D

Balas
Author
14 January, 2015 13:17 ×

wah jadi cara menghitung produktivitasnya begitu ya mas,tp masalahnya saya mencoba memahami dan alhamdulillah tetep nggak faham nih mas.mungkin karena saya belum pernah berkecimpung didunia pertambangan mas.

oya kayaknya kunjungan perdana nih,salam kenal yamas

Balas
Author
14 January, 2015 13:34 ×

Hehe tidak apa-apa mas Yanto, malah saya sangat senang Mas Yanto sudah berkunjung dan berkomentar di sini. Artinya bertambah satu lagi sahabat saya. hehe Salam kenal juga buat Mas Yanto Cungkup :D

Balas
Author
14 January, 2015 18:15 ×

Super sekali Mas, segala sesuatu mungkin akan dapat sepaham jika mereka memiliki karakter dan bidang pekerjaan yang sama ya Mas

Balas
Author
14 January, 2015 20:50 ×

seharusnya seperti itu ya mas, supaya angka kecelkaaan tidak terlau banyak :D

Balas
Author
14 January, 2015 23:50 ×

alhamdulillah kalau gitu mas.
berarti kehadiran saya diterima disini

Balas
Author
15 January, 2015 08:42 ×

Soalnya sama kaya soal SMK dulu nih mas hehehe

Balas
Author
15 January, 2015 11:56 ×

Hehe iya mbak Ai Wida, tapi lebih sulit yang soal SMK atau SMA ya mbak di bandingkan dengan rumus produktivitas alat angkut di atas. :D

Balas
Author
15 January, 2015 11:58 ×

Iya tentu saja diterima dong mas Yanto. Tapi kalau berkunjung nya sambil bawa kopi ya mas, kita ngopi sama-sama. :D

Balas
Author
15 January, 2015 12:03 ×

Wah kalau dengar kata "super sekali" itu mengingatkan saya dengan seseorang mas, tapi saya lupa nama nya hehe. Walaupun karakter dan bidang pekerjaan berbeda, tapi kalau kita saling memahami dan saling menghargai, saya rasa komunikasi akan tetap terjalin dengan baik Mas Arie. :D

Balas
Author
15 January, 2015 16:31 ×

Aduh jangan ngomong gitu mas, saya jadi kesindir nih ... :)

Balas
Author
15 January, 2015 20:57 ×

Benar mas, walaupun tetap kurang sinkron hehehehe

utukan ucapan dari lam*e ne mario teguh Mas :D

Balas
Author
15 January, 2015 22:03 ×

sip...itu mah menu wajib mas

Balas
Author
15 January, 2015 22:04 ×

mana nih update artikelnya mas?koq udah beberapa hari nggak update ya?

Balas
Author
15 January, 2015 22:06 ×

wah...dicari2 ternyata mas arie disini toh

Balas
Author
15 January, 2015 22:07 ×

yg pasti akan sulit bagi saya karena nggak ngerti dasarnya mas.hehehe

Balas
Author
15 January, 2015 23:02 ×

Hehe tinggal finishing mas, beberapa saat lagi terbit. :D

Balas
Author
16 January, 2015 10:34 ×

pusing saya baca rumus-rumusnya mas Dory. Haha.
Btw, fotonya keren. Langitnya itu lho. :))

Balas
Author
28 August, 2015 16:40 ×

Tolong di bahas juga dong mas cara menghitung PA,UA,EU dan MA Unit mas

Balas
Author
28 August, 2015 16:41 ×

Tolong di bahas juga dong mas cara menghitung PA,UA,EU dan MA Unit mas

Balas
Author
20 September, 2015 21:19 ×

Mohon maaf baru bisa balas komentar Mas Robby Prastowo sekarang karena beberapa bulan ini saya belum bisa online jerrr. :D

Untuk Rumus menghitung PA (Physical Availability), UA (Used Availability), EU (Effective Availability), dan MA (Mechanical Availability) sudah saya bahas di artikel sebelumnya Mas Robby Prastowo. :D

Silahkan lihat bahasan nya di http://masdorysaputro.blogspot.com/2015/01/menghitung-ketersediaan-alat-di-tambang.html

Balas
Author
05 January, 2016 07:19 ×

Salam mas dory, saya mau tanya kenapa pada rumus produktifitas alat angkut menggunakan volume standard tetapi pada produktifitas alat muat menggunakan volumle real?

Balas
Author
17 February, 2016 10:19 ×

Mas Dory, kalau gali dan angkut (kombinasi BH + n DT),,,, maka kita perlu hitung produksi kombinasi alat tersebut. Di samping itu perlu dicari jumlah DT (=n) yang optimum dalam produksi kombinasi alat tsb.

Namun, paparan mas Dory ini sangat bermanfaat bagi kita yang berkaitan dengan penggunaan alat berat.

Salam,
widjo

Balas
Author
23 April, 2016 19:39 ×

trims Mas Dory, banyak manfaatnya, saya jd bsa lebih optimal lagi menerapkan di lapangan, ntar kalo sangkut2 dalam data bisa konseling y..;)...hehehehe..salam

Balas
Author
18 November, 2016 21:22 ×

Mas Dory, apa perbedaan antara PRODUKSI dengan PRODUCTIVITY? Mohon infonya. Thanks

Balas
Author
03 June, 2017 14:30 ×

Kalau setahu saya, maaf saya bukan anak tambang, hehehe, produktivitas itu adalah perbandingan antara produksi yang dicapai terhadap waktu yang dimiliki. Misal, produksi batubara di Indonesia pada hari Senin adalah 1 jt ton, sedangkan pada hari selasa adalah 2 juta ton. Disini dilihat, produksi adalah bendanya, yang menunjukan jumlah, sedangkan produktivitas adalah perbandingan terhadap waktu. Dari kasus itu, kita bisa bilang, produktivitas tambang batubara kita selama dua hari adalah 1.5 jt ton/hari.

Balas
Author

Silahkan tambahkan komentar anda di bawah ini.

Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Terima kasih sudah berkomentar