Menghitung Ketersediaan Alat di Tambang

Blog Mas Dory - Cara menghitung presentase ketersediaan alat di tambang. Saya coba berbagi pengalaman tentang cara menghitung ketersediaan alat di tambang baik itu ketersediaan alat muat (Excavator, Power Shovel, dll) ataupun ketersediaan alat angkut (Dump Truck, Articulated Dump Truck, HD, dll). Sebenarnya informasi ini sangat cocok buat level foreman atau pengawas tambang. Karena rumus ketersediaan alat ini adalah dasar untuk menghitung produktifitas suatu alat di tambang tempat foreman tersebut berada.

Sedangkan tujuan untuk menghitung produktifitas suatu alat adalah untuk mengetahui seberapa efektif alat tersebut bekerja di tambang. Dengan begini kita bisa menentukan berapa target produksi yang ingin dicapai suatu perusahaan pertambangan dari alat-alat yang tersedia di dalamnya. Jika target produksi sudah ditentukan dan ternyata tidak memenuhi target tersebut, faktor apa saja yang menyebabkan target produksi tidak tercapai. Apakah faktor produktifitas alat atau faktor lain.

Ilustrasi grafik | Blog Mas Dory

Oleh karena itu, sebelum saya memberikan informasi tentang cara menghitung produktifitas alat (muat dan angkut), saya akan membagikan informasi menghitung ketersediaan alat di tambang ini terlebih dahulu. Karena masing-masing hasil dari rumus ketersediaan alat ini akan digunakan untuk menghitung produktifitas alat nantinya. Saya harap anda bisa memahami ini.

Ketersediaan alat di tambang bisa di diketahui dari melihat 4 faktor yang ada dari alat tersebut.

1. Ketersediaan Mekanis atau Mechanical availability (Ma).


Mengetahui ketersediaan alat dengan memperhitungkan waktu yang hilang karena kerusakan di bagian mekanikal seperti kerusakan mesin atau bisa juga perawatan unit atau alat. Berikut ini rumus untuk menghitung mechanical availability suatu alat (hasilnya dalam %).
\(\begin{equation} M_{a}=\frac{J_{k}}{J_{k}+J_{r}}\times100 persen \end{equation}\)


2. Ketersediaan Fisik alat atau physical availability (Pa).


Mengetahui ketersediaan alat dengan memperhitungkan waktu yang hilang disebabkan oleh banyak hal selain kerusakan mekanikal di atas. Contohnya seperti hujan, jalan licin, dll. Berikut ini rumus untuk menghitung Physical Avalability suatu alat (hasil dalam %).
\(\begin{equation} P_{a}=\frac{J_{k}+S_{tb}}{J_{k}+J_{r}+S_{tb}}\times100 persen \end{equation}\)


3. Ketersediaan Pemakaian alat atau Used availability (Ua).


Mengetahui ketersediaan alat dengan memperhitungkan waktu yang hilang padahal tidak terjadi kerusakan di bagian mekanikal dan tidak ada sebab yang jelas seperti tidak sedang hujan atau tidak ada jalan licin, namun alat di standby kan. Hal ini berhubungan dengan manajemen perusahaan dalam mengelola alat yang dimilikinya. Berikut ini rumus yang digunakan untuk menghitung Used Availability suatu alat (hasil dalam %).
\(\begin{equation} U_{a}=\frac{J_{k}}{J_{k}+S_{tb}}\times100 persen \end{equation}\)


4. Penggunaan efektif alat atau Effective utility (Eu).


Mengetahui ketersediaan alat dari keseluruhan jam kerja alat setelah dibagi dengan penjumlahan jam kerja, jam rusak, dan jam standby alat. Berikut ini rumus untuk menghitung Effective utility suatu alat (hasil dalam %).
\(\begin{equation} E_{u}=\frac{J_{k}}{J_{k}+J_{r}+S_{tb}}\times100 persen \end{equation}\)
Keterangan :
\(\begin{equation}J_{k}\end{equation}\) = Jumlah total jam kerja alat pada saat alat dapat dioperasikan.

\(\begin{equation}J_{r}\end{equation}\) = Jumlah total jam saat alat dalam kondisi rusak (breakdown), sedang atau belum diperbaiki karena alasan menunggu suku cadang (waiting parts).

\(\begin{equation}S_{tb}\end{equation}\) = Jumlah total jam stanby alat, dimana alat tidak dapat dioperasikan namun alat sedang dalam keadaan baik (tidak sedang rusak atau waiting parts). Contohnya standby hujan, slippery (jalan licin akibat hujan), dll.

Nah sekarang kita telah mengetahui ketersediaan alat dari mechanical, physical, used, dan effective availability suatu alat. Informasi berikutnya adalah tentang cara menghitung productivity suatu alat dalam pertambangan. Jadi tetap semangat dan gali ilmu tentang pertambangan sebanyak yang anda bisa.
Reviewer: Mas Dory
on: 1/02/2015, Rating: 5
ItemReviewed: Menghitung Ketersediaan Alat di Tambang
Descripton: Blog Mas Dory - Rumus menghitung ketersediaan alat di tambang dilihat dari mechanical, physical, used, dan effective availability alat tersebut.
52 komentar Form Kotak komentar
02 January, 2015 07:37 ×

Wah alatnya bagus2 + banyak ya mas. kok juga ada rumusnya, baru tahu saya kalo ada rumus segala. Berarti itu harus dihitung semua nya mas.. Wah , keren mas

Balas
Author
02 January, 2015 08:32 ×

Sepertinya persoalan seperti itu Mas Dory sangat paham sekali. Tetapi untuk saya tidak paham soal kaya itu mas... hehehe

Balas
Author
02 January, 2015 10:19 ×

Pengalaman bertahun-tahun (dan berpindah2 perusahaan, hehe) di dunia tambang emang ga pernah bohong. Semoga berguna buat yang lagi nyari rumus2 di atas, Mas Dory :)

Balas
Author
02 January, 2015 10:47 ×

ternyata ribet juga ya untuk perhitungannya, rumusnya saya kurang begitu paham..wakakaka

Balas
Author
02 January, 2015 11:40 ×

edunn jujur kang saya kurang mengerti :v tapi keren dah menambah wawasan baru :)

Balas
Author
02 January, 2015 14:35 ×

Iya, dan alat-alat bagus tersebut membutuhkan ratusan bahkan ribuan liter bahan bakar industri setiap shift kerja, jika tidak dihitung dengan benar efektifitas alat selama beroperasi, kemungkinan kerugian perusahaan bisa semakin besar.

Jadi memang diperlukan hitung-hitungan dalam hal ini. Terima kasih atas tanggapannya mas Valentine Febrian Saputra. :)

Balas
Author
02 January, 2015 14:58 ×

Saya sendiri masih harus banyak belajar mas Nuhan Nahidl dan hanya berbagi informasi tentang apa yang saya ketahui. Tetapi terima kasih atas dukungan mas selama ini. :)

Balas
Author
02 January, 2015 15:01 ×

Haha ternyata mas Renggo masih ingat toh tentang hal itu. Harapan saya juga semoga informasi ini berguna buat yang lagi nyari rumus ketersediaan alat di tambang. Amin, terima kasih sudah berkunjung mas. :)

Balas
Author
02 January, 2015 15:04 ×

Memang kelihatannya ribet mas, namun sebenarnya tidak seperti itu jika kita sudah di lapangan. Pada umumnya ilmu teori memang kelihatan lebih ribet dari prakteknya. Hehe :)

Balas
Author
02 January, 2015 15:07 ×

Hehe terima kasih sudah di bilang keren Mas Ainnul Yaqin, semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. :)

Balas
Author
02 January, 2015 16:45 ×

nambang itu ternyata gak asal ya, harus pakai rumus segala :)

Balas
Author
02 January, 2015 17:00 ×

Saya rasa bukan ditambang saja yang kerjanya ndak asal mas Sucipto Kuncoro. Semua pekerjaan saya yakin ada hitung-hitungannya juga. Salah satunya untuk menentukan target pekerjaan dan pencapaian yang sudah terrealisasi.

Jika suatu pekerjaan dikerjakan asal-asalan, bisa jadi target yang dibuat juga asal-asalan dan pencapaian produksi nya pun juga demikian. Terima kasih atas kunjungannya mas. :)

Balas
Author
02 January, 2015 19:26 ×

Saya samasekali gak nyangkut mas kalau masalah yang begituan, hanya bisa ngangguk ngangguk dan berdecak kagum saja atas pengalaman yang Mas Dory miliki

Balas
Author
02 January, 2015 19:35 ×

Hitung-hitungan mah biasa mas dory. Tapi kalau yang begituan saya kurang paham, wlaupun sering membaca buku-buku di rumah kepunyaan ortu saya. hehe.Dulunya saya sempat mau ambil jurusan pertambangan, namun gak jadi puyeng nanti mas. Salam mas dory.

Balas
Author
02 January, 2015 19:59 ×

Hahaha kalau informasi ini dibaca sama sesepuh tambang, jadinya saya yang akan di ketawain mas Arie, pengalaman yang saya miliki belum ada seujung kukunya mereka mas. Hehe tapi terima kasih atas dukungan Mas Arie, saya sangat menghargainya. dihargai berapa ya, hehe :D

Balas
Author
02 January, 2015 20:08 ×

Wah bagus itu mas jika ada referensi buku nya, jadinya kita bisa belajar lebih banyak lagi lewat buku. Saya dulu nya juga banyak koleksi buku, namun saya setiap saya pindah perusahaan,selalu saja ada buku, pakaian, dan koper yang tertinggal. :D

Apapun jurusannya, yang terpenting kita bisa memaksimalkan apa yang kita miliki dan syukur-syukur bisa bermanfaat buat orang banyak. hehe terima kasih banyak atas kunjungan dan komentarnya Mas Mu Zibur. Salam hormat saya. :)

Balas
Author
02 January, 2015 21:59 ×

wah semunya ada perhitungan ya, saya baru tau, kren mas ini

Balas
Author
02 January, 2015 22:09 ×

Rumus diatas itu perlu untuk mengetahui kinerja alat muat atau alat angkut di tambang mas Em Albar. Jika kinerja nya menurun disebabkan oleh kondisi alat yang sering rusak, maka bisa segera dicari jalan keluarnya (apakah dengan peremajaan unit) agar target produksi tambang bisa tetap tercapai. :)

Balas
Author
03 January, 2015 10:08 ×

Masih inget Mas Dory.
Blogwalking kan ajang silaturahmi para blogger, hehe.
Oke, sama-sama. :)

Balas
Author
03 January, 2015 11:37 ×

Subhanallah, sampai menghitung alat saja ada rumusnya yah, jangan-jangan rumus ini bisa juga menghitung ketersediaan pegawai di kantoran.

Balas
Author
03 January, 2015 13:20 ×

Maksud saya sih mas Renggo kok masih inet kalo saya hobinya pindah perusahaan. hehe

Kalo masalah blogwalking mah saya percaya sama Mas Renggo. Justru saya nih yang harus banyak belajar sama blogger sejati seperti Mas Renggo. :)

Balas
Author
03 January, 2015 13:25 ×

Hanya menghitung performance suatu alat saja Mas Ridha Harwan. Jika memang alat nya tidak memadai lagi, ya harus diganti yang baru.

Kalau ketersediaan karyawan juga ada hitungannya mas, tidak boleh lebih, juga tidak boleh kurang, harus pas. Namun untuk rumus nya saya tidak seberapa paham, soalnya masuk ranah nya HRD. hehe :D

Balas
Author
03 January, 2015 13:40 ×

wah kalau sudah hitng menghitung, sebaiknya saya nyimak aja dan angkat tangan ni memamahaminya heheee

Balas
Author
03 January, 2015 14:08 ×

Hehe Mas Ibrahim M. Pd. I ini ada-ada saja. Saya mah tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Mas Ibrahim. Singkatan yang ada di belakang nama mas itu nah yang bikin siapa saja keder. Hehe terima kasih sudah berkunjung mas. :)

Balas
Author
03 January, 2015 17:30 ×

Wah benar juga ternyata yah. Semakin dalam ilmu itu semakin detail bahasannya.

Balas
Author
04 January, 2015 17:22 ×

pengetahuan yang sangat mendalam dan detail telah tersedia disini mengenai segala ketersediaan alat di pertambangan...orang tambang mah banyak duitnya deh nih...bagi dong.:D

Balas
Author
04 January, 2015 17:24 ×

maaf balik lagi, tombol follownya sebelah mana ya?
terimakasih sudah mem follow blog butut saya.

Balas
Author
04 January, 2015 23:05 ×

Terima kasih atas pendapatnya hehe. Kalau masalah duit kelihatannya masih kalah dech sama akang Cilembu Thea. hehe :D

Balas
Author
04 January, 2015 23:24 ×

Sama-sama akang Cilembu Thea, Wah kalau tombol follow nya barusan saya hilangkan untuk sedikit meningkatkan speed loading blog ini. hehe.

Blog akang Cilembu yang katanya butut, sama sekali tidak butut menurut saya, banyak yang bisa saya pelajari di sana. Apa saja ya ?, hehe lupa.

Balas
Author
11 January, 2015 19:44 ×

banyak juga ya persiapan perhitungan sebelum melakukan penambangan....perhitungan ini harus tepat ya gan, untuk menghindari kerugian dan kecelakaan yang mungkin terjadi pada perkerjaan nantinya...pastes aja banyak perusahaan menyewa konsultan. ok makasih gan infonya.

Balas
Author
11 January, 2015 20:04 ×

Iya mbah, banyak bingitz persiapan sebelum melakukan penambangan. Selain memakai jasa konsultan, perusahaan juga sering memakai engineering saat akan memulai pertambangan. Terima kasih atas kunjungannya mbah. :D

Balas
Author
17 February, 2015 06:07 ×

Mas Dory Excuse. Saya Boleh ya tanya ?. saya lagi ke pepet untuk presentase performance produksi, saya menemukan angka UA lebih tinggi dari PA, atau UA sama angkanya dengan PA, apakah itu mungkin mas. misal dari 24 jam, repair 2 jam, standby 2 jam, sisa jam kerja 22
jam. Tanya :
1. apakah 22 jam itu di namakan jam kerja,( work hours )
2. di tempat saya ada istilah MOHH, itu singkatan dari apa ya? kalo saya taunya schedule time, 24 jam * hari kerja
3. dan saya selalu mendapati Hasil MA sama dengan hasil PA,
hehhe banyak tanya ya, minta dung ilmunya, thanks ya..

Balas
Author
17 February, 2015 06:50 ×

Halo, semangat pagi mas Hifzal Hafiz, langsung saja saya coba jawab ya mas.

1. Jam kerja alat adalah total jam kerja alat saat dioperasikan. Dari contoh yang di berikan Mas Hifzal Hafiz diatas, seharusnya total jam kerja alat saat dioperasikan adalah 20 jam (karena terpotong jam standby dan jam repair).

Langkah selanjutnya coba mas gunakan WH tersebut untuk menghitung PA dan UA apakah tetap sama, karena rumus yang digunakan berbeda:

PA= WH + Stby / (WH + BD + Stby) dikali 100%.

UA= WH / (WH +Stby) di kali 100%

2. Mohon maaf istilah MOHH itu digunakan di mana ya mas, Mining, safety, engineering, atau yang lainnya. Mungkin mas bisa dapat penjelasan tentang istilah MOHH ini kepada orang yang lebih senior di tempat Mas Hifzal bekerja.

3. Untuk pertanyaan nomor tiga saya rasa jawabannya sama dengan nomor satu diatas hanya saja gunakan rumus MA dan rumus PA diatas.

Terima kasih mudah-mudahan jawaban ini yang diharapkan. :D

Balas
Author
17 February, 2015 07:02 ×

Maaf saya belum bisa berkomentar balik ke blog nya Mas Hifzal Hafiz, dikarenakan ketiga blognya belum ada postingan nya semua. Nanti jika blognya sudah di isi postingan, mohon beritahu saya ya mas, InsyaAllah saya akan berkomentar balik ke blog nya Mas Hifzal. :D

Balas
Author
17 February, 2015 12:39 ×

heee, Iya Mas saya gak aktif di blog udah lama gak di pake, mas sory kalo boleh saya ceritakan kronologisnya seperti ini,
Jam Kerja = W 12 jam
Maintenance = R 10 jam
Standby = S 2 jam ( hanya di gunakan p2h, meat&meal)
Schedule time =Sct 24 jam
dari hasil entri data yang saya dapat di atas dengan menggunakan rumus mas Dory hasilnya saya dapat :
MA 54.55%
PA 58.33%
UA 85.71%
EU 50.00%
Naah di sini saya dapat kritikan dari Owner "kok itu UA bisa lebih tinggi dari PA apakah anda menggunakan unit BODOL untuk berproduksi,,?"
dan sekarang saya dapat lagi angka itu,, besok rabu weekly presentation lagi,,?? kira kira saya jawab gimana ya mas,,thanks ya tanggapanya..

Balas
Author
17 February, 2015 21:58 ×

Sebelum menanggapi komentar Mas Hifzal Hafiz di atas, saya rasa kita sudah sepakat bahwa nilai MA tidak sama dengan nilai PA bukan mas. Dan menurut apa yang saya pahami selama ini bahwa nilai PA memang lebih tinggi dari nilai MA.

Saya rasa tidak ada yang salah dengan rumus UA di atas, namun jika Mas Hifzal Hafiz memiliki pendapat berbeda dan mempunyai rumus menghitung UA berbeda dari hitungan diatas, mohon jangan ragu-ragu menambahkannya di sini. Dengan senang hati saya akan mengkoreksi rumus UA di atas.

Ada 2 kondisi dimana UA bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai PA. Yang pertama adalah rendahnya jam Stby dibandingkan jam Breakdown mengakibatkan nilai UA lebih tinggi dari nilai PA.

Yang kedua tingginya waktu Stby melebihi jam Breakdown membuat nilai UA lebih rendah dari PA.

DI manapun pilihan Mas Hifzal Hafiz nanti saat presentasi ketersediaan unit ke perusahaan Owner, saya rasa posisi mas, atau perusahaan mas di bawah tekanan untuk segera melakukan peremajaan unit, mohon maaf tidak bermaksud menyinggung Mas dan perusahaan mas dalam hal ini. Namun benar pertanyaan yang diajukan perusahaan owner di atas "apakah anda menggunakan unit BODOL dalam berproduksi". Dalam bahasa jawa BODOL itu sendiri bisa di artikan rusak.

Ini semua dikarenakan oleh tingginya jam Breakdown untuk unit atau alat berat Mas Hifzal Hafiz yang mengakibatkan rendahnya nilai MA unit mas. Sejauh yang saya tahu selama ini, perusahaan owner membuat persyaratan berapa nilai minimal MA untuk unit atau alat muat perusahaan kontraktor atau subcont.

Dan saya sedikit terkejut jika nilai MA seperti yang Mas Hifzal Hafiz sebutkan diatas, perusahaan owner masih mempergunakan unit tersebut.

Sekali lagi mohon maaf jika ada perkataan saya yang menyinggung Mas dan perusahaan mas, tidak ada maksud saya untuk berbuat itu dan saya hanya ingin berbagi apa yang saya ketahui. :D

Balas
Author
17 February, 2015 22:54 ×

O iya sedikit menjawab pertanyaan terakhir Mas Hilfaz Hafiz "Kira-kira saja jawab gimana ?". Maksud nya menjawab pertanyaan Perusahaan Owner ya mas.

1. Mas bisa meyakin kan perusahaan owner bahwa perusahaan mas akan memangkas semaksimal mungkin jumlah jam Breakdown, beberapa caranya adalah stock parts lebih banyak lagi untuk menghilangkan waktu "waiting parts", pengerjaan unit breakdown dipercepat dengan penambahan mekanik dan helper mekanik (misalkan jika diperlukan). Namun mas juga harus berkoordinasi dengan perusahaan mas tersebut apakah bersedia melakukan itu semua.

2. Yang kedua jika perusahaan owner meminta peremajaan unit dari perusahaan mas, dan saya rasa kemungkinan nya ada mengarah kesitu, maka mas sebaiknya bertanya dan mencari informasi kira-kira masih berapa lama perusahaan owner tersebut eksploitasi di PKP2B tersebut. Informasi ini bisa jadi referensi buat perusahaan mas nantinya jika benar-benar melakukan peremajaan unit (cash atau leasing) maka kira-kira akan untung atau tidak. Sebab saya rasa pemikiran pemilik perusahaan akan ke arah situ nantinya. :D

Balas
Author
19 February, 2015 13:11 ×

Wahhh,,aku seperti habis makan banyak mas puas betul aku...ternyata masalah UA lebih tinggi itu saya pikir pikir iya juga. unit yang saya gunakan adalah 35 unit DT dan 27 Unit DTT. kalo ternyata average Availability semua unit menghasilkan UA yang lebih tinggi saya pikir berarti semua unit saya BODOL itu, heheh,,Betul sekali mas saya baru sadar saya lihat UA lebih tinggi itu hanya pada beberapa unit yang memang sudah 2setengah tahun, tapi kalo saya average semua ternya gak toe mas karna jumlah unit yang masih effektif lebih banyak. ok mas thnks banget yuaa.. next masih banyak neh yang mau di tanya, jangan bosen ya mas njawabinnya hehe. salam sehat n selamat.

Balas
Author
20 February, 2015 15:53 ×

Sore mas,
Jumlah total jam kerja alat pada saat alat dapat dioperasikan (Jk) pada rumus diatas menggunakan satuan HM (hour meter) atau jam dunia ?
mohon jawabannya.

Balas
Author
24 February, 2015 14:28 ×

Maaf Mas, kalau untuk rumus MTBF dan MTTR gimana ya?

Balas
Author
24 February, 2015 15:49 ×

Selamat sore, maaf lama bales komentarnya, coz saya tidak sempat cek email atau kolom komentar belakangan ini. Saya coba jawab ya mas. :D

Pada dasarnya untuk menghitung total jam kerja (Jk), jam rusak (Jr), dan jam standby (Stb) suatu alat muat atau unit angkut dalam rumus ketersediaan alat adalah berdasarkan pada schedule time (Sct) tertentu, dimana:

Sct = Jk + Jr + Stb

Jika kaitannya dengan rumus ketersediaan alat disini, mungkin akan lebih baik jika menggunakan jam dunia dibanding dengan Hour meter (Hm) yang terdapat dalam kabin alat berat. Karena menurut saya Hm alat tetap berjalan sedang alat tersebut sekedar di test oleh mekanik. Engine hidup, Hm jalan, padahal engine dihidupkan hanya untuk tujuan test saja oleh mekanik.

Mudah-mudahan jawaban saya bisa dipahami oleh Mas Ilmu Programming Basic. :D

Balas
Author
24 February, 2015 15:55 ×

Wah kelihatannya saya yang harus balik minta maaf ini. jangankan rumus nya, singkatannya saja saya tidak tahu itu mas Zulfikar Alibutha. :D

Kalau boleh tahu itu singkatan dari apa mas MTBF dan MTTR ?. Apakah masih ada kaitannya dengan rumus ketersediaan alat atau unit di tambang ?. :D

Balas
Author
12 January, 2016 12:44 ×

Setau saya istilah mohh dipakai di B**a seinget saya pernah baca m pertama saya lupa, selanjutnya adalah on hand hour,,,jadi maksudnya adalah waktu yg tersedia dalam 1 hari, 1 minggu, atau 1 bulan...

Balas
Author
22 January, 2016 14:54 ×

rumit sekali bang mungkin karna saya tak tahu artti simbolnya

Balas
Author
13 February, 2016 09:44 ×

Dear Mass Dory,

Saya mau tanya.

Untuk departemen palant di tambang, apa yang menjadi tanggungjawabnya, MA atau PA...??
Tolong jelaskan mass...

Kenapa nilai MA unit lebih kecil daripada nilai PA nya?

Mass...saya bisa minta contact person nya kh..?? Fb, bbm atau nope nya..utk sharing...
Thanks mass dorry...

Balas
Author
20 February, 2016 11:21 ×

aslm mas dory dan teman2
maaf saya mau bertanya
disini kan juga tentang standby time yang disebabkan oleh slippery
saya mau bertanya mas
bagaimana cara mengurangi durasi slippery tersebut, supaya mengurangi standby time
saya mau sharing sama mas dori dan teman2 sekalian :)

Balas
Author
24 February, 2016 17:29 ×

mas Dorry mau nanya.... itu rumus nya bener kah udah ko banyak yang beda ya dengan blog lain.. kay rumus PA nya ama UA itu bener kah udah.. atau terbalik

Balas
Author
23 April, 2016 17:06 ×

Dear bang dory dkk..
ada yg tau cara menjumlahkan total hour meter dari HM unit,krn pas saya Total general kok jamnya jadi berkurang
trims..

Balas
Author
23 May, 2016 20:53 ×

MTBF machine time before failure jangka waktu antar' kerusakan unit contoh breakdown Clutch habis hm 3000 trus beroperasi sampai hm 3250 terjadi kerusakan lain, makarata rata jarak antara 3000-3250 itu dinamakan mtbf
MTTR mean time to repair rata-rata lama waktu pekerjaan perbaikan suatu unit
Wallahu a'lam bisshowwab

Balas
Author
23 May, 2016 20:54 ×

MTBF machine time before failure jangka waktu antar' kerusakan unit contoh breakdown Clutch habis hm 3000 trus beroperasi sampai hm 3250 terjadi kerusakan lain, makarata rata jarak antara 3000-3250 itu dinamakan mtbf
MTTR mean time to repair rata-rata lama waktu pekerjaan perbaikan suatu unit
Wallahu a'lam bisshowwab

Balas
Author
11 August, 2016 04:44 ×

Mas dory pny CP atau FB,WA spy bs enak komunikasinya. Maaf sebelumnya

Balas
Author
21 August, 2017 09:54 ×

Mas dory pny CP atau FB,WA spy bs enak komunikasinya. Maaf sebelumnya

Balas
Author

Silahkan tambahkan komentar anda di bawah ini.

Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Terima kasih sudah berkomentar