Kewajiban Pengawas Berdasarkan KepMen 555

Blog Mas Dory - Kewajiban Pengawas Operasional dan Pengawas Teknis Pertambangan Berdasarkan KepMen no 555 K/26/MPE/1995 pasal 12 dan pasal 13 beserta pasal pendukung lainnya. Jika anda seorang pengawas yang bersertifikasi POP (Pengawas Operasional Pertama), mungkin anda masih ingat pertanyaan yang di ajukan instruktur, guru pembina (Pengawas Inspektur Tambang) di kelas saat menjalani uji kompetensi pengawas (diklat POP) tentang kewajiban Pengawas Operasional dan Pengawas Teknis dalam suatu pertambangan.

Namun jika anda adalah seorang pengawas yang belum mendapatkan sertifikat POP dan ingin mengikuti uji kompetensi tersebut, ada baiknya anda membaca sedikit informasi tentang kewajiban pengawas operasional dan pengawas teknis berdasarkan KepMen no 555 K/26/MPE/1995 berikut ini. Sebab menurut pendapat saya pribadi, soal seperti ini sering di ajukan saat pengawas mengikuti uji kompetensi pengawas setingkat POP.

Ini bukan bocoran soal dan tidak ada jaminan sedikit pun soal tentang kewajiban pengawas ini akan keluar saat ujian, namun dengan membaca sedikit informasi ini, minimal kita bisa lebih memahami kewajiban pengawas operasional dan pengawas teknis tambang seperti yang sudah di atur dalam KepMen no 555 K/26/MPE/1995 pasal 12 dan pasal 13. Saran saya buat siapa saja yang ingin mengikuti uji kompetensi pengawas, jangan pernah mencari bocoran soal yang akan di ujikan. Karena guru pembina tidak melihat dan menilai seberapa kuat ingatan dan hafalan jawaban peserta dari pertanyaan yang di ajukan, namun seberapa dalam pemahaman peserta uji kompetensi pengawas tentang soal tersebut. Saya harap anda memahami ini.

Tujuan saya membuat artikel tentang kewajiban pengawas operasional dan pengawas teknik berdasarkan KepMen no 555 K/26/MPE/1995 ini adalah untuk berbagi informasi dan sedikit pemahaman saya tentang hal tersebut. Dan tidak ada maksud saya untuk menggurui siapapun dalam hal ini, karena saya merasa masih banyak hal yang harus saya pelajari tentang dunia pertambangan ini, khususnya yang menyangkut ilmu pertambangan tentang kepengawasan.

Kewajiban Pengawas Berdasarkan KepMen 555 | Blog Mas Dory

Dari apa yang saya pahami, perusahaan pertambangan (bisa dari perusahaan kontraktor, atau bisa juga dari perusahaan owner pemilik wilayah pertambangan tersebut) harus memiliki 1 orang untuk diangkat sebagai Kepala Teknik Tambang (KTT) dalam 1 area pertambangan (dalam pertambangan batubara, area pertambangan lebih sering disebut sebagai area PKP2B). Dan untuk menjalankan tugas dan fungsinya di bidang K3, KTT tersebut di bantu oleh pengawas operasional (pengawas tambang atau foreman mining, pengawas hauling road atau foreman hauling, dll) dan pengawas teknik (Kepala mekanik mesin yang membawahi para mekanik dan helper mekanik, Kepala mekanik kelistrikan, dll). Pengawas operasional dan pengawas teknik tersebut bertanggung jawab kepada KTT atas terlaksananya K3 di area pertambangan.

Jika perusaahan belum memiliki pengawas operasional dan pengawas teknik, maka KTT bisa menunjuk seseorang untuk menjadi pengawas yang dimaksud. Hal ini sesuai dengan KepMen no 555 K/26/MPE/1995 pasal 11 yang berbunyi:

Pasal 11
Pengawasan Operasional
  1. Kepala Teknik Tambang dalam melakukan tugas dan fungsinya di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada pekerjaan di tambang, permesinan, dan pelistrikan, serta peralatannya dibantu oleh petugas yang bertanggung jawab atas unit organisasi perusahaan yang bersangkutan.
  2. Dalam hal pengusaha belum mengangkat petugas-petugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Kepala Teknik Tambang dapat menunjuk atau mengangkat petugas dimaksud.
  3. Petugas-petugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2) dalam melaksanakan tugasnya disebut sebagai pengawas operasional atau pengawas teknik dan bertanggung jawab kepada Kepala Teknik Tambang.

Sedangkan kewajiban apa saja yang harus dilaksanakan pengawas operasional dan pengawas teknik di pertambangan telah diatur dalam pasal 12 dan pasal 13 KepMen no 555 K/26/MPE/1995. Berikut ini pasal 12 dan pasal 13 KepMen no 555 K/26/MPE/1995 tentang Kewajiban Pengawas Operasional dan Pengawas Teknis.

Pasal 12
Kewajiban Pengawas Operasional
Pengawas operasional wajib:
  1. Bertanggung jawab kepada Kepala Teknik Tambang untuk keselamatan semua pekerja tambang yang menjadi bawahannya;
  2. Melaksanakan inspeksi, pemeriksaan, dan pengujian;
  3. Bertanggung jawab atas keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan dari semua orang yang di tugaskan kepadanya dan
  4. Membuat dan menandatangani laporan-laporan pemeriksaan, inspeksi dan pengujian.

Pasal 13
Kewajiban Pengawas Teknis
Pengawas teknik wajib:
  1. Bertanggung jawab kepada Kepala Teknik Tambang untuk keselamatan pemasangan dan pekerjaan serta pemeliharaan yang benar dari semua peralatan yang menjadi tugasnya;
  2. Mengawasi dan memeriksa semua permesinan dan kelistrikan dalam ruang lingkup yang menjadi tanggung jawabnya;
  3. Menjamin bahwa selalu dilaksanakan penyelidikan, pemeriksaan, dan pengujian dari pekerjaan permesinan dan kelistrikan serta peralatan;
  4. Membuat dan menandatangani laporan dari penyelidikan, pemeriksaan, dan pengujian;
  5. Melaksanakan penyelidikan dan pengujian pada semua permesinan dan peralatan sebelum digunakan, setelah dipasang, kembali atau diperbaiki dan
  6. Merencanakan dan menekankan dilaksanakannya jadwal pemeliharaan yang telah direncanakan serta semua perbaikan permesinan tambang, pengangkutan, pembuat jalan, dan semua mesin-mesin lainnya yang dipergunakan.


Baca Juga: Artikel saya lainnya yang membahas tentang tugas pengawas yang berkaitan dengan K3 di suatu pertambangan di sini.

Hal lain yang menjadi kewajiban pengawas operasional dan pengawas teknik adalah melakukan pemeriksaan tambang sekurang-kurangnya 1 kali setiap shift kerja pengawas tersebut. Pemeriksaan tambang ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan pekerja atau bawahannya tetap aman saat bekerja di area tersebut. Tentang poin atau titik mana saja di tambang yang harus diperiksa oleh pengawas operasional atau pengawas teknik bisa dilihat di pasal 14 KepMen no 555 K/26/MPE/1995. Berikut ini bunyi pasal 14 KepMen no 555 K/26/MPE/1995:

Pasal 14
Pemeriksaan Tambang

(1) Untuk memastikan kondisi kerja yang aman Kepala Teknik Tambang atau petugas yang ditunjuk harus melakukan pemeriksaan:

a. Dalam setiap gilir kerja penggalian bahan galian, harus memeriksa sekurang-kurangnya satu kali setiap tempat kerja dimana seseorang bekerja dan setiap jalan atau lintasan dimana seseorang menggunakannya setiap gilir kerja;

b. Dalam setiap gilir kerja, harus memeriksa setiap tempat sebelum peledakan di mulai;

c. Setiap hari kerja, memeriksa jalan-jalan masuk atau tangga, yang dipergunakan pada hari itu;

d. Semua permukaan kerja, front kerja, tanggul, dan lereng kerja serta pelaksanaan dari pekerjaan memperbaiki jika diperlukan;

e. Pekerjaan persiapan pelaksanaan serta keadaan peralatan dan kendaraan yang digunakan di tempat itu;

f. Alat pengangkutan dan transport;

g. Jalan-jalan tambang;

h. Pengamanan permesinan dan

i. Tempat-tempat yang dianggap berbahaya.

(2) Dalam melakukan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), apabila ditemukan yang tidak aman harus mengambil tindakan yang diperlukan.

Agar pengawasan dan pemeriksaan tambang berjalan dengan efektif, maka pengawas bisa saling berkoordinasi dengan pengawas lainnya dalam 1 shift tersebut untuk saling berbagi tanggung jawab dan pekerjaan. Contoh kecil, misalnya dalam 1 shift kerja terdapat 6 sampai 8 orang pengawas di tambang, pengawas tersebut bisa berbagi tugas siapa yang berada di area front loading, siapa yang berada di area disposal, dan siapa yang bertugas memastikan kondisi jalan tambang tetap layak dilewati oleh unit angkut. Masing-masing pengawas yang berada di posisi tersebut bertanggung jawab atas area yang di awasinya.

Hal ini sudah diatur dalam pasal 15 KepMen no 555 K/26/MPE/1995 yang berbunyi:

Pasal 15
Untuk mengefektifkan pengawasan dan pemeriksaan pada pekerjaan pertambangan, maka pekerjaan-pekerjaan tersebut dapat dibagi atas bagian-bagian pekerjaan dan setiap bagian pekerjaan harus ada seseorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan yang ada pada bagiannya.


Dari semua pasal di atas, jelas terlihat bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja pekerja tambang sangat di utamakan dalam dunia pertambangan, dan demi tercapai nya semua itu, seorang pengawas operasional dan pengawas teknik tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan koordinasi yang solid dan komunikasi yang baik antara sesama pengawas dan antara pengawas dengan bawahan nya.

Ini adalah sedikit pemahaman saya tentang kewajiban pengawas operasional dan pengawas teknik berdasarkan KepMen no 555 K/26/MPE/1995. Tentunya masih ada lagi kewajiban pengawas lainnya yang diatur didalamnya. Jika anda merasa ada yang salah dari apa yang saya tulis diatas, atau anda ingin menambahkan kewajiban pengawas lainnya, tolong jangan ragu-ragu untuk berkomentar di bawah ini. Dan dengan senang hati saya akan belajar dari anda yang jauh lebih berpengalaman dari saya di dunia pertambangan.

Sumber informasi dan rujukan: KepMen no 555 K/26/MPE/1995 pasal 11; pasal 12; pasal 13; pasal 14; dan pasal 15.
Reviewer: Mas Dory
on: 1/26/2015, Rating: 5
ItemReviewed: Kewajiban Pengawas Berdasarkan KepMen 555
Descripton: Blog Mas Dory - Kewajiban pengawas operasional dan pengawas teknis pertambangan berdasarkan KepMen no 555 K/26/MPE/1995 pasal 12 dan pasal 13. Disertai dengan tambahan pasal 11, 14, dan 15.
35 komentar Form Kotak komentar
26 January, 2015 22:02 ×

banyak juga yang tanggungjawab pengawas itu, kemana aja nih mas baru nongol update lagi,, saya pun dalam beberapa hari terakhir sangat sibuk jadi gak bisa update blog apalagi koment. hehehehe

Balas
Author
26 January, 2015 22:22 ×

Iya lumayan banyak juga Mas Purnama kewajiban pengawas operasional dan pengawas teknis berdasarkan KepMen 555 di atas, namun jika pengawas bisa berkoordinasi dengan baik, maka kewajiban tersebut bisa terasa lebih ringan. :D

Iya nih saya baru nongol karena keyboard laptop nya terkena tumpahan kopi, jadi nunggu laptopnya di cleaning dan komponen nya kering dulu hehe. Sebenarnya saya masih online dan berkunjung ke blog sahabat termasuk ke blog Mas Purnama menggunakan laptop kantor. Namun saya tidak login ke google dengan laptop tersebut. Takut di kira akunnya kena bajak sama si mbah google. Jadi ya silent reader dulu selama seminggu lebih. :D

Balas
Author
26 January, 2015 22:34 ×

setiap orang yang mau atau kepengen menjadi pengawas tambang mesti mempelajari kewajiban ini yamas

Balas
Author
27 January, 2015 07:26 ×

Kalau yang "melakukan pemeriksaan tambang sekurang-kurangnya 1 kali setiap shift kerja pengawas tersebut." itu setiap hari yah Mas. Maksudnya pemeriksaan harian.
Berati kalau ada kejadian di lapangan, bisa-bisa pengawas operasional bisa keseret-seret klai yah.

Balas
Author
27 January, 2015 12:20 ×

Ada baiknya seperti itu Mas Yanto, agar pengawas baru tersebut bisa memahami apa yang bisa dilakukannya di tambang. Tidak seperti saya saat baru jadi pengawas dulu yang kerjaan nya hanya lolag-lolog dan petetak-petetek tanpa tahu benar apa yang mesti dilakukan saat di tambang. :D

Balas
Author
27 January, 2015 12:43 ×

Iya Mas Ridha, saya lebih memilih kata "setiap shift kerja" daripada "setiap hari", karena umunya terdapat 1 hari off atau libur untuk pengawas (biasanya saat akan opershift) dalam 1 minggu. Sudah seharusnya pengawas memahami kondisi terbaru di area pertambangan nya sebab kondisi dalam tambang (baik itu front loading atau pun jalan tambang) bisa berubah setiap hari. Akan lucu jadinya jika pengawas yang kerjanya di tambang, namun tidak mengetahui kondisi tambanganya berubah. Bagaimana dia (pengawas) bisa memastikan keselamatan kerja para anak buahnya, jika dia sendiri tidak tahu kondisi dalam tambangnya. :D

Pengawas harus bisa mempertanggungjawabkan tentang insident yang menimpa anak buahnya. Misalnya jika anak buahnya ngebut sampai nabrak unit lain, kenapa pengawas membiarkan anak buahnya tersebut ngebut dalam tambang, padahal dia ada di lokasi tambang. Atau jika truck nya terguling karena jalan licin, kenapa pengawas membiarkan jalan licin tersebut tetap di lewati oleh unit angkut, padahal dia ada di lokasi tambang tersebut. Dari contoh-contoh kecil tersebut menunjukkan bahwa pengawas sangat berperan terhadap keselamatan anak buahnya. :D

Balas
Author
27 January, 2015 14:23 ×

wah banyak sekali tanggung jawabnya ya :)

Balas
Author
27 January, 2015 14:43 ×

Lha iya itu, kalau dilihat-lihat, ternyata banyak juga tanggung jawab pengawas tambang ya Mbak Erna. :D

Balas
Author
27 January, 2015 14:53 ×

Mas Dory pengawas tambang ya? Wah :D
Kemarin nulis rumus, sekarang undang-undang. Super sekali! :D
Ini semua demi keselamatan ya Mas, selain kelancaran kegiatan tambang tentunya.

Balas
Author
27 January, 2015 15:00 ×

Hahaha Mas Renggo ini ada-ada saja, kemarin nulis rumus, sekarang undang-undang, besok bisa-bisa ndak nulis hehehe. Amin semoga informasi ini bermanfaat buat pengawas yang lagi cari informasi tentang kewajiban pengawas berdasarkan KepMen 555 di atas. :D

Balas
Author
27 January, 2015 15:44 ×

besar sekali tanggung jawab dan peranan seorang pengawas pertambangan ya mas Dorry , , dan tentunya lagi jika ingin menjadi pengawas pertambangan harus teu akan pasal2nya juga ya kang hehehe

Balas
Author
27 January, 2015 22:16 ×

Pengawas harus bijak ya mas dalam melaksanakan tugasnya, nda ada pilih kasih ;D

Balas
Author
28 January, 2015 02:14 ×

"Karena guru pembina tidak melihat dan menilai seberapa kuat ingatan dan hafalan jawaban peserta dari pertanyaan yang di ajukan, namun seberapa dalam pemahaman peserta uji kompetensi pengawas tentang soal tersebut. Saya harap anda memahami ini" gunakan bahasa sendiri asal nggak jadi jaka sembung ya mas? hehe saya copy biar kelihatan komentar saya berbobot (penuh maksudnya) hehe. mengulas sedikit tadi tentang potensi jadi owner sebuah perusahaan pertambangan dengan syarat seperti mas sebutkan diatas untuk legalitas mungkin saja bisa. saya jadi suka bertanya-tanya selama ini tentang pertambangan seperti, batu bara contohnya. itukan kekayaan alam ya mas? terus terkait owner, kepengurusan dan kawan-kawan yang terlibat ada persyaratan khusus nggak dari pemerintah seperti batasan-batasan, dll semoga ngerti maksud saya masnya hehe

Balas
Author
28 January, 2015 06:32 ×

Berati pengawas itu benar-benar petugas operasional lapangan yah. Bukan orang yang duduk-duduk di dalam kantor yang adem ayem. hehehe

Balas
Author
28 January, 2015 12:29 ×

ternyata ada juga ya pelatihan atau uji kompetensi pengawas...dan memang ini suatu yang penting agar ,pengawas juga tau apa tuga, hak, dan kewajibannya...jangan asal ngawas aja ya gan....saya tertarik pada beberapa peraturan menteri, seperti:
- Bertanggung jawab kepada Kepala Teknik Tambang untuk keselamatan pemasangan dan pekerjaan serta pemeliharaan yang benar dari semua peralatan yang menjadi tugasnya;
- Mengawasi dan memeriksa semua permesinan dan kelistrikan dalam ruang lingkup yang menjadi tanggung jawabnya;
- Menjamin bahwa selalu dilaksanakan penyelidikan, pemeriksaan, dan pengujian dari pekerjaan permesinan dan kelistrikan serta peralatan;

kalau itu sudah dijalankan, saya rasa segala sesuatu yang menghambat dan merugikan dalam proyek pertambangan dan pembangunan apa saja akan bisa diminimalisir...ok gan makasih infonya...

Balas
Author
28 January, 2015 20:52 ×

jadi tahu tugas dan tanggung jawab pengawas lapangan untuk bidang pertambangan mas, tentunya peraturan dibuat oleh KepMen ini agar keselamatan, kesehatan kerja dan produksi tambang bisa terjaga, terima kasih share nya mas

Balas
Author
28 January, 2015 21:44 ×

Pengawas Tambang ini berat tanggung jawabnya ya
Pasti sebanding dengan GAJi nya
Ahayyyyyyy

Balas
Author
29 January, 2015 09:08 ×

Berati benar dong nih, Mas Dory jabatannya Mandor. hehehehe

Balas
Author
30 January, 2015 07:10 ×

Kok tahu sih hahaha.

Balas
Author
30 January, 2015 21:24 ×

benar sekali tu kang Asep, jadi sebandinglah dengan beban kerjanya....

Balas
Author
31 January, 2015 00:49 ×

Hmmmm, benar ndak ya. :D

Balas
Author
31 January, 2015 00:52 ×

Menurut saya sih akan lebih mudah buat pengawas mengemban tugas dan tanggung jawab nya jika pengawas tersebut memahami dasar-dasarnya. Dan di KepMen 555 tersebutlah yang mengatur kewajiban seorang pengawas. :D

Balas
Author
31 January, 2015 00:58 ×

Saya lebih mengartikan "nda ada pilih kasih" nya Mas Ibrahim dengan "berusaha semaksimal mungkin menjauhkan potensi bahaya yang mungkin menimpa anak buahnya, walaupun anak buah nya tersebut tidak menyukai pengawas". Jadi ya, sudah seharusnya seorang pengawas bersikap bijak mas. :D

Balas
Author
31 January, 2015 01:23 ×

Wah saya bingung nih mas harus menanggapi komentar Mas Suhendri seperti apa. Menurut saya, tanpa kopi pun komentar Mas Suhendri Mr sudah berbobot kok mas. :D

Sebelumnya owner yang saya maksud di tulisan saya di atas adalah perusahaan owner pemilik Kuasa Pertambangan (KP) atau Perusahaan pemilik area pertambangan (dalam dunia pertambangan batubara lebih dikenal dengan sebutan PKP2B (Perjanjian Kerjasama Pengusahaan Pertambangan Batubara)) dan bukan ke individu pemilik (owner) perusahaan tersebut.

Namun jika yang dimaksud Mas Suhendri Mr adalah ingin mendapatkan Ijin Usaha Jasa Pertambangan untuk perusahaan nya, mungkin bisa dilihat di http://www.minerba.esdm.go.id/public/38478/perizinan. Semoga ini jawaban yang mas Suhendri cari. :D

Balas
Author
31 January, 2015 01:39 ×

Setahu saya ada 3 uji kompetensi untuk pengawas Mbah.

1. Uji Kompetensi setingkat Pengawas Operasional Pertama (POP).
2. Uji Kompetensi setingkat Pengawas Operasional Madya (POM).
3. Uji Kompetensi setingkat Pengawas Operasional Utama (POU).

Kalau saya jelaskan satu-persatu tahapan uji kompetensi diatas mungkin bisa jadi 2 artikel sendiri mbah, jadi mohon maaf, saya ringkas saja ya mbah Dinan hehe. :D

Kewajiban pengawas yang Mbah Dinan sebutkan diatas adalah kewajiban untuk pengawas teknis mbah (seperti mekanik alat berat, mekanik kelistrikan, mekanik dumptruck, mekanik mesin, dll). Jika pengawas teknik memahami benar pasal 13 KepMen 555 di atas, maka potensi bahaya yang mungkin terjadi di area workshop (bengkel) bisa dihindari. Jadi benar juga tuh kesimpulan Mbah Dinan di atas. Terima kasih atas kunjungan dan tambahan komentar nya mbah Dinan. :D

Balas
Author
31 January, 2015 01:49 ×

Senang rasanya mengetahui tulisan saya bermanfaat buat orang lain. :D

Betul sekali Mas Buret mrj, peraturan (dalam hal ini KepMen 555) dibuat bukan untuk membatasi ruang gerak atau mencari-cari kesalahan pekerja tambang atau pengawas. Peraturan dibuat adalah untuk meminimalisir potensi bahaya, kecelakaan, cidera, korban jiwa, dsb suatu perusahaan. Terima kasih atas tambahannya mas. :D

Balas
Author
31 January, 2015 01:51 ×

Saya lihat dari jauh saja sambil kura-kura dalam perahu. :D

Balas
Author
01 February, 2015 00:30 ×

banyak juga ya file persyaratannya sampai 6 halaman berarti butuh waktu nggak sebentar hehe. mas dory kerja di perusahaan batu bara ya, dimana mas?

Balas
Author
01 February, 2015 00:48 ×

Persyaratannya mungkin sewaktu-waktu bisa berubah Mas Suhendri sesuai dengan kebijakan pemerintah. Mungkin untuk lebih pastinya bisa mendatangi langsung Distamben (Dinas Pertambangan dan Energi) setempat untuk memperoleh informasi yang akurat. Hanya perusahaan kecil saja Mas di Kalimantan Timur. Saat ini masih dalam masa cuti 14 hari, tanggal 5 feb baru kembali lagi beraktifitas. :D

Balas
Author
03 February, 2015 18:19 ×

wah pengawas tambang juga ternyata memiliki pasal yang berlipat-lipat.!!!
salam blogwalking sobat

Balas
Author
06 February, 2015 04:18 ×

mas kalo buat pengasah bangunan kontrusi gmna ???

ane masih ngambil teknik sipil mas.

salam kenal mas.

Balas
Author
06 February, 2015 15:38 ×

Saya tidak paham tentang dunia teknik sipil Mas Pai Mung, karena bidang saya di pertambangan. Namun Mas Paimung bisa coba tanyakan hal tersebut di situs duniatekniksipil dot web dot id. Mungkin admin blog tersebut bisa membantu permasalahan Mas Pai Mung di atas. Mohon maaf tidak bisa banyak membantu dan salam kenal buat Mas Pai Mun. :D

Balas
Author
06 February, 2015 15:47 ×

Yoyoi mas. Salam Kenal buat Mas Rolly Tekno, maaf jika blogwalking nya agak telat. :D

Balas
Author
16 February, 2016 12:57 ×

Numpan komen..

Jika memang tugas dan tanggung jawab seorang pengawas sudah di atur pada kepmen 555, trus gimana dengan kelalaian atau pembiaran yang dilakukan oleh pengawas tambang yang mengakibatkan orang yang menjadi tanggung jawabnya mengalami insident hingga menyebabkan kematian.tentunya dari sudut pandang hukum pidana tentunya di sana terdapat delik culpa ( delik kelalaian yang dilakukan oleh sang pengawas ) yang secara hukum harus di pertanggungjawabkan secara pidana..?

Balas
Author
17 February, 2016 10:39 ×

kira kira ada yang tau kah kepmen ato PP untuk regulasi pembuatan tanggul sementara dan pembuatan hauling / akses jalan sementara?? mohon bantuannya.

Balas
Author

Silahkan tambahkan komentar anda di bawah ini.

Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Terima kasih sudah berkomentar