Istilah yang digunakan di Dunia Pertambangan bagian Kedua

Blog Mas Dory - Istilah-istilah dalam dunia pertambangan bagian kedua. Setelah dua kali berturut-turut membagikan informasi yang berhubungan dengan rumus. Yaitu rumus ketersediaan alat ditambang, dengan rumus produktivitas alat muat di tambang. Kali ini saya selingi dengan informasi istilah yang sering di gunakan dalam dunia pertambangan bagian kedua.

Sebenarnya saya sudah membuat informasi tentang istilah ini di artikel sebelumnya. Namun saya yakin informasi yang ada di dalamnya belum mencakup semua istilah yang ada di dunia pertambangan ini. Saya harap dengan artikel bagian kedua ini, bisa menambah wawasan tentang dunia pertambangan, khususnya pada diri saya sendiri.

Sebenarnya ide menulis dan mengumpulkan istilah yang ada di dunia pertambangan dalam blog Mas Dory ini muncul setelah terjadi obrolan ringan, santai, dan penuh canda dengan teman-teman saya saat jam istirahat makan siang. Salah satu teman yang menyebut saya "Kamus pertambangan berjalan" (saya yakin yang ini hanya bercanda saja, hehe) bertanya tentang istilah pertambangan yang saya lupa penjabarannya gimana. Maklum, saya bukan komputer atau search engine seperti google yang tahu apa yang kita cari.

Oleh karena itu, saya membuat informasi tentang istilah ini di Blog ini. Selain praktis, karena tidak perlu membawa buku catatan kemana-mana, saya tinggal buka saja blog Mas Dory ini lewat HP, tentunya jika sambungan internetnya ada, hehe.

Gambar Mas Dory dan teman-teman | Blog Mas Dory

Baca juga: Istilah yang digunakan di dunia pertambangan bagian pertama di sini.

Berikut ini istilah yang digunakan di dunia pertambangan, bagian kedua:
  1. Accident: kejadian yang tidak di sengaja, tidak di rekayasa, tidak di inginkan, dan dapat menimbulkan kerugian kepada manusia, alat, dan juga lingkungan sekitar.
  2. Fatality: Accident, kecelakaan yang mengakibatkan hilang nya nyawa korban dalam kurun waktu 1 x 24 jam sejak kejadian.
  3. Swell factor: pengembangan volume suatu material setelah tergali dari tempat asalnya (insitu).
  4. Bank Cubic Meter (BCM): Volume material saat baru diambil dari kondisi atau tempat aslinya.
  5. Loose Cubic Meter (LCM): Volume material setelah terurai dari kondisi aslinya. Biasanya LCM lebih banyak daripada BCM disebabkan oleh swell faktor, walaupun untuk jenis material dan densitas material yang sama.
  6. Ripping: Penggaruan, penguraian material dengan menggunakan alat berat seperti Excavator, Dozer yang dilengkapi ripper, dll. Yang digaru biasanya Overburden atau OB.
  7. Rippable: nilai yang menunjukkan material yang bisa di gali, di garu (ripper), dll.
  8. Seismic Test Meter: Alat yang digunakan untuk nilai kekerasan, kepadatan suatu material, satuan m/detik.
  9. Benching system: Cara penggalian, pengambilan material overburden dengan system jenjang (bench).
  10. Match factor: Nilai kesesuaian antara alat muat dan unit angkut saat beroperasi di front (fleet) yang sama.
  11. Mechanical availability: Ketersediaan alat (muat atau angkut) di tinjau dari waktu-waktu yang hilang, yang disababkan oleh sebab-sebab mekanikal seperti kerusakan mesin, perawatan mesin, dll.
  12. Stake Out: proses menentukan titik lokasi (pematokan) yang dilakukan bagian survey sesuai dengan titik rencana dalam peta tambang.
  13. Spontaneous Combustion: Proses terbakarnya batubara secara spontan baik itu terjadi di kondisi asal nya (belum digali, masih insitu), ataupun terjadi di ROM (Run of Mine) stock tambang atau ROM stockpile pelabuhan.
  14. Joint Survey: Kegiatan yang dilakukan pihak kontraktor dengan Customer saat mengambil data dan mengukur wilayah pertambangan.
  15. Expose: Lapisan batubara yang sudah terbuka diakibatkan oleh kegiatan penggalian dan pengupasan overburden di atas atau disamping batubara tersebut.
  16. Hauling: Kegiatan pemuatan material bisa memuat overburden maupun batubara.
  17. Hauling Road: Jalan yang dilalui oleh unit angkut material overburden ataupun unit angkut batubara.
  18. Dilution Coal: Batubara yang tercampur dengan material asing seperti overburden, mud, dan material asing lainnya yang bukan batubara.
  19. Crusher: Mesin penghancur batubara menjadi butiran halus sesuai dengan permintaan pembeli. Biasanya crusher terdapat di stockpile atau jeti, namun ada juga crusher yang berada di ROM stock tambang.
  20. Overcut: Proses terjadinya pemotongan, pengambilan material overburden melebihi apa yang sudah di rencanakan oleh bagian engineering. Biasanya terjadi pada dinding tambang.
  21. Mineplan: Dokumen perencanaan tambang yang dibuat dan dikendalikan oleh bagian Engineering mulai dari perencanaan desain tambang, target produksi, dll.
  22. Stripping limit / Boundary: Batas terluar penambangan yang dibuat oleh engineering. Biasanya di beri patok berwarna tertentu yang menandakan batas tersebut.
  23. Clinometer: Alat untuk mengukur sudut hasil pembentukan slope.
  24. Bow Planning: Patok acuan pengawas kepada operator dalam membuat slope. Dibuat oleh engineering dan dipasang oleh bagian survey.
  25. P2H: Pemeliharaan dan Pemeriksaan harian alat atau unit yang dilakukan oleh operator, driver, ataupun pengawas terhadap unit yang dikendarai nya.
  26. Check Sheet: Form yang berisi daftar component alat atau unit yang harus di isi atau dicentang oleh operator, driver, dan pengawas saat melakukan P2H.
  27. Follow Up P2H: Kegiatan untuk menindaklanjuti temuan komponen-komponen yang tidak berfungsi dengan baik saat melakukan P2H.
  28. Blasting: Proses peledakan, penguraian material yang menggunakan bahan peledak yang telah diletakkan dan dirangkai berdasarkan aturan tertentu.
  29. Missfire: Peledakan yang gagal, mangkir, tidak jadi meledak (sebagian atau seluruhnya) dan harus dilakukan peledakan ulang.
  30. Clean Up Drilling Location: Meratakan, membersihkan area pengeboran yang biasanya dilakukan oleh dozer jenis kecil agar alat bor bisa bekerja dengan baik. Lubang bor ini nantinya yang akan di tanam bahan peledak untuk proses blasting.
  31. Spacing: Jarak antara lubang bor satu dengan lubang bor lainnya dalam satu baris yang sama.
  32. Drag scripper system: Metode pengambilan Overburden kemudian dilanjutkan dengan pengambilan batubara secara bersamaan dengan 2 alat muat berbeda dan alat angkut yang berbeda pula.
  33. Vessel: Bak unit alat angkut tempat material di muat, bak ponton.
  34. Bucket: Wadah atau tempat material saat di gali atau dimuat, bucket excavator, bucket wheel loader, dll.
  35. Tooth bucket: Gigi bucket untuk menggaru, menggali material overburden atau bahan galian.
  36. Alat muat: Alat berat, alat untuk mengambil material, excavator, wheel loader, power shovel, liebherr, dll.
  37. Alau angkut: Unit angkut material yang memiliki vessel atau bak, ADT (Articulated Dump Truck), Dump Truck, Heavy Duty Dumptruck (HD), dll.
  38. Light Vehicle: Unit LV (Mobil penggerak 4 WD) yang dikemudikan oleh orang yang diberi kewenangan untuk itu. Pengawas, mekanik, driver LV, dll yang mempunyai Kimper.
  39. Super elevasi: sudut kemiringan jalan di tikungan yang dibuat mulai dari sisi terluar jalan hingga sisi terdalam. Dibuat dengan tujuan mencegah unit keluar jalur jalan saat melintas di tikungan, mencegah unit terguling, rebah yang diakibatkan oleh adanya gaya sentrifugal.
  40. Blindspot: Titik buta pengelihatan mata karena terhalang oleh benda, obyek lain di depan, umumnya blindspot berada di tikungan tajam, jalan tanjakan, dll.
  41. Job pending: Penyerahan pekerjaan tambang antara foreman shift pagi, dengan foreman shift malam. Tujuannya agar pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan shift pagi bisa dilanjutkan oleh karyawan shift malam.
Baca juga Istilah yang digunakan di dunia pertambangan bagian pertama disini.

Sumber data: File Data Microsoft Office PowerPoint Presentation Nama File Mining Terminologi dengan sedikit tambahan dari apa yang sudah saya pahami tentang istilah yang digunakan di pertambangan di atas. Harapan saya semoga sedikit informasi ini bisa bermanfaat buat anda yang sedang membutuhkannya.
Reviewer: Mas Dory
on: 1/06/2015, Rating: 5
ItemReviewed: Istilah yang digunakan di Dunia Pertambangan bagian Kedua
Descripton: Blog Mas Dory - Istilah yang sering digunakan di dunia pertambangan bagian kedua menyambung apa yang sudah ada di bagian pertama.
47 komentar Form Kotak komentar
06 January, 2015 08:43 ×

banyak juga ya mas istilah dalam dunia pertambangan, yang bahaya itu fatal accident, semoga minimalis aja istilah itu di dunia pertambangan..terima kasih sharrenya mas

Balas
Author
06 January, 2015 09:01 ×

Ntar kalau sudah banyak istilahnya di jadiin PDF, kalau sudah banyak lagi dijadiin Buku saku/buku kecil Mas Dory. kalau dah banyak lagi dijadiin kamus deh. hehehe

Balas
Author
06 January, 2015 09:34 ×

Wah kalau baca artikel tentang Mining atau Pertambangan ini, jad ingat sama mas Eko atau Mas Rawins yang juga bekerja di SITE atau pertambangan

Balas
Author
06 January, 2015 14:15 ×

banyak juga ya istilah dalam pertambangan, wah jadi tambah ilmu nih mas, terimakasih atas informasinya menjadi pengetahuan bertambah

Balas
Author
06 January, 2015 16:12 ×

wah saya jadi nambah ilmu pengetahuan nih dengan membaca artikel yang mas publikasikan ... terimakasih mas ...

Balas
Author
06 January, 2015 17:09 ×

Banyak juga ya.. pakai istilah asing semua. Coba pakai bhs Indonesia, pasti lebih mudah diingat. :)

Balas
Author
06 January, 2015 19:32 ×

Sebenarnya sudah mulai banyak perusahaan yang meningkatkan standard safety nya sampai zero accident Mas Buret mrj alias nol kecelakaan dalam kegiatan pertambangan.

Jadi jangankan sampai mengakibatkan fatality, mereka bahkan menargetkan tidak terjadi kecelakaan sama sekali (baik itu property damage, dll) dalam tambangnya. Terima kasih sudah berkunjung ya Mas dan salam kenal selalu. :D

Balas
Author
06 January, 2015 19:47 ×

Amin mudah-mudahan bisa terlaksana Mas Ridha Harwan. Untuk bisa melakukan itu semua, tugas pertama adalah mengumpulkan literatur sebanyak mungkin tentang istilah di dunia tambang ini. :D

Balas
Author
06 January, 2015 19:56 ×

Wah pasti akan sangat menyenangkan jika saya bisa belajar dengan Teman Mas Asep Haryono tersebut ya mas hehe. Terima kasih sudah berkunjung dan salam persahabatan saya untuk Mas Asep Haryono. :D

Balas
Author
07 January, 2015 02:10 ×

Sama-sama Mas Purnama, semoga informasi nya bisa bermanfaat buat pembaca semuanya. :D

Balas
Author
07 January, 2015 02:11 ×

Sama-sama agan Info Menarik. Senang rasanya jika informasi yang kita buat bisa berguna buat orang lain. Terima kasih sudah berkunjung gan. :D

Balas
Author
07 January, 2015 02:16 ×

Justru istilah-istilah yang ada di dunia tambang rata-rata pakai bahasa inggris semua Mas Renggo. Dan kata bahasa inggris itu lebih familier di telinga orang tambang daripada kata artinya. Contoh kecil orang tambang akan langsung punya gambaran setelah mendengar kata "Crusher" dari pada kata "Mesin Penghancur". :D

Balas
Author
07 January, 2015 08:28 ×

Wah ini bermanfaat bngt buat orang awam yg gk ngerti ginian. Hihii :v
Sukses terus mas :)

Balas
Author
07 January, 2015 10:29 ×

banyak juga istilah2 yang dipakai dalam dunia pertmbangan ini ya kang, walaupun saya kurang paham tentang dunia pertambangan ini, stdaknya bsa menmbah wawasan saya dalam dunia pertmbangan hehhee,,trims infonyaa Mas Dory

Balas
Author
07 January, 2015 11:11 ×

Amin, dan semoga bermanfaat juga buat teman-teman yang baru mengenal dunia tambang. Terima kasih atas dukungannya ya Mbak Nurliana Syaf. :)

Balas
Author
07 January, 2015 11:13 ×

Harapan saya juga begitu Mas Hary Wardiansyah. Semoga informasi ini bisa bermanfaat buat semua, khususnya diri saya pribadi. :D

Balas
Author
07 January, 2015 13:34 ×

Nice share mas dory, istilah-istilah beginian lebih baik di hafal bagi kalangan pekerja perindustrian mas. Kalau tidak mungkin untuk di hafal, ya , notes kecil harus selalu dibawa. salam mas dory.

Balas
Author
07 January, 2015 14:39 ×

Iya Mas. Soalnya literatur untuk hal teknis ini, apalagi bidang ini, gak banyak tersedia dalam Bahasa Indonesia. Mangkanya penjelasan seperti ini bisa menambah khasanah dunia pertambangan sendiri. :D

Balas
Author
07 January, 2015 19:34 ×

41 macam istilah dalam pertambangan mulai saat ini jadi pengetahuan saya yang kelak akan saya pamerkan pada temen-temen padagang ubi cilembu, sehingga saya juga akan dianggap kamus berjalan oleh para pedagang itu...keren juga kan saya ya?

Balas
Author
07 January, 2015 19:43 ×

wahh busett ternyata istilah yang digunakan di dunia pertambangan ini lumayan banyak jga yah dan rata" pake bahasa bule :v

Balas
Author
07 January, 2015 20:17 ×

Pastinya lebih keren lagi jika mengadaptasi istilah tambang ke hal yang berhubungan dengan ubi cilembu ke teman-teman pedagang ubi.

Misalnya saat menejelaskan proses tanam ke pedagang ubi. "Sebelum kita menanam Cilembu sweet potatoes, sebaiknya kita memahami kondisi overburden nya terlebih dahulu. Agar diperoleh angka Cilembu sweet potatoes match factor yang pas untuk nya".

Nah keren kan. :D

Balas
Author
07 January, 2015 20:33 ×

wah ternyata banyak juga ya istilahnya, bookmark dulu ya mas, siapa tau nanti akan dibutuhkan :)

Balas
Author
07 January, 2015 20:47 ×

Terima kasih atas tambahan pendapatnya Mas Mu Zibur. Mungkin akan lebih baik lagi jika istilah istilah pertambangan ini di pahami oleh pekerja industri tersebut, karena jika dihafal, kemungkinan besar bisa lupa.

Untuk catatan kecil, rata-rata pengawas tambang selalu membawanya saat bekerja. Tujuannya untuk mencatat perolehan produksi setiap shift kerjanya, selain itu juga berfungsi untuk mencatat hal-hal penting yang ditemuinya. :D

Balas
Author
07 January, 2015 20:55 ×

Hehe maksud saya sih sebenarnya bukan ingin menunjukkan sifat sok "ke bule an" gitu Mas Ainnul Yaqin. Memang kata asing itu yang paling sering di jumpai saat kita bekerja di bidang pertambangan.Syukur-syukur sudah bekerja lama di tambang, kalau masih baru di dunia pertambangan ?.

Nah inilah salah satu tujuan saya berbagi informasi di atas. Agar karyawan yang baru bekerja di tambang bisa mengimbangi senior nya. :D

Balas
Author
07 January, 2015 21:00 ×

Hehe iya Mas, dan mungkin lebih banyak lagi nantinya. Silahkan saja di bookmark, dan semoga saja bisa bermanfaat saat dibutuhkan nanti. Terima kasih sudah berkunjung dan salam kenal buat Mas Muhammad Iqbal K. :D

Balas
Author
07 January, 2015 21:22 ×

Wah jadi lebih semangat ini untuk mengumpulkan informasi tentang istilah pertambangan setelah membaca komentar Mas Ridha Harwan di atas. Terima kasih atas tambahan infonya mas. :D

Balas
Author
08 January, 2015 14:55 ×

wah banyak juga ya, itu kenapa kang, diatas postingan banyak kode kode aneh

Balas
Author
08 January, 2015 20:35 ×

Istilah nya mungkin lebih banyak lagi dari apa yang saya bagikan di atas Mas Em Albar. Maksudnya banyak kode aneh di atas postingan yang mana ya mas ?.

Balas
Author
11 January, 2015 19:33 ×

saya pernah juga diceritakan sama kawan yang bekerja di daerah balikpapan, dia kerja pada salah satu kilang minyak lepas pantai...gajinya lumayan katanya, namun lumayan berat juga dengan kerjaannya. katanya yang besar itu adalah bagian pengelasan pipa bawah air...kalau ada pipa bocor bagian pengelasan yang terjun...memang kalau dilihat gaji mungkin sangat menggiurkan, tapi kerjaannya juga cukup berat ya mas...selanjutnya dibanjarmasin (kampung ibu) dulu saya pernah ikut paman jadi pengepul batu bara...saya nanya sama paman saya, kok gak gali sendiri aja...itu perlu modal dan tenaga yang banyak katanya...mending jadi pengepul aja atau beli di tempat lalu kirim ke surabaya katanya...itu lebih mudah dan lumayan juga untungnya...memang kalau bicara masalah tambang kayaknya gak ada ringan ya mas...kemarin sekitar 13 orang meninggal di pertambangan montrado (singkawang) kalbar....mati tertimbun longsoran tanah ketika melakukan tambang emas Tambang tradisional. ngeri juga ya gan...?

Balas
Author
11 January, 2015 19:34 ×

gak masalah bahasa bule nul,,,kita kan juga bisa bahasa bule, walau litle-litle i can gitu...yang saya heran kok anak orang bule baru umur 7 tahun aja bisa bahasa bule semua ya...gak ada yang lancar bahasa indonesia gitu...gimana nih gan?

Balas
Author
11 January, 2015 19:39 ×

itu sih over keren mas...kalau dipakai sama penjual ubi nanti malah bilang blasting kata mereka pas waktu memasaknya...jadi meledak semua deh ubinya...atau pake Stripping limit...kan yang beli jadi bengong...padahal maksudnya batas terluar nanam ubi gitu ya kang..oh ya jangan lupa juga pake Bow Planning, buat batas tanaman antara penanam..mantab kan gan?....pokoknya mantab kalau diterapkan ma penjual ubi cilembu kang heheee? kalau menurut admin bagaimana?

Balas
Author
11 January, 2015 19:40 ×

yah pake istilah Spontaneous Combustion, biar terbakar semangat sendiri maksudnya...bisa kan gan?

Balas
Author
11 January, 2015 19:41 ×

nah ini nih komen yang berbobot...kalau gitu saya seperti hary ya gan?

Balas
Author
11 January, 2015 19:42 ×

itu namanya Match factor:...ada kesesuaian antara anda dan teman anda bang...heee

Balas
Author
11 January, 2015 19:49 ×

Nah betul tuh Mbah Dinan. Intinya no what what if we can speak bule language litle litle. Jika Mbah Dinan saja heran, gimana saya mbah ?. :D

Balas
Author
11 January, 2015 19:56 ×

Maksudnya untuk membakar semangat dalam diri sendiri kan mbah, wah bisa juga tuch pakai istilah Spontaneous Combustion. Tapi yang dibakar hanya semangatnya doang mbah, jangan diri nya ikut di bakar. :D

Balas
Author
11 January, 2015 20:08 ×

Iya silahkan mbah, kalau saya seperti Mbah Dinan saja ya ?. :D

Balas
Author
11 January, 2015 20:14 ×

Haha bisa juga di tambahkan itu mbah, Tapi akang Cilembu Thea setuju ndak ya kalau menambahkan istilah tersebut. Mbah Dinan ini memang benar-benar membaca informasi di atas dengan seksama, bahkan bisa langsung menerapkannya dalam bidang yang berbeda selain pertambangan. Mantab tuh mbah. :D

Balas
Author
11 January, 2015 20:30 ×

Wah pingin banget tuh mbah bisa kerja di kilang minyak. Katanya salary nya gede banget ya mbah. Apalagi yang kerjanya seperti teman Mbah Dinan, tapi resikonya juga tinggi ya.

O masih berdarah banjar kah mbah Dinan, Kawak jua ulun begawe di banjar pang. Bujur jarnya yang di bilangakan acil kai Dinan di atas lah. Ganal jua ai wang nya yang diperlukan. Hehe bahasa banjar nya sudah amburadul karena sudah banyak yang lupa kata-katanya. :D

Wah baru tahu saya kalau ada kecelakaan di Singkawang mbah. Turut prihatin mendengar kabar ini. Kasihan orang-orang itu ya mbah, pinginnya mencari nafkah untuk keluarga. Tapi malah meninggal karena tertimbun longsoran. Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menjalani ini semua. Amin.

Balas
Author
12 January, 2015 06:31 ×

Keren euy koemntar Mbah Dinan. Cuman sayang Masnya pakai Bahasa Daerah. Saya gak ngerti jadinya.hahahaa

Balas
Author
12 January, 2015 06:34 ×

Nah itu dia Mas Dory, tantangan kami di dunia terjemahan. Kadang kami harus berhdapan dengan pilihan tetap menggunakan Bahasa Inggris atau menerjemakan ke dalam Indonesia.
Numpang komentar di sini yah. Bagus-bagus soalnya komentarnya.

Balas
Author
12 January, 2015 09:24 ×

Silahkan saja Mas Ridha Harwan, di sini mah bebas mau reply komentar siapa saja, yang penting kan tujuannya tidak menyerang pihak-pihak tertentu. :D

Kalau untuk permasalahan tersebut, mungkin itu bisa di rembug sama rekanan yang menggunakan jasa penerjemahan Mas Ridha, apakah dia lebih memilih suatu istilah atau kata tetap dalam bahasa asing atau dia memilih kata itu di terjemahkan. Yang penting kan komunikasi dua pihak terjalin baik, InsyaAllah hasilnya juga akan baik nantinya. :D

Balas
Author
12 January, 2015 09:27 ×

Bukan hanya komentarnya yang keren Mas Ridha, Mbah Dinan nya juga tidak kalah keren kok. :D

Hehe itu mah bukan bahasa daerah asli Banjar mas, namun bahasa campuran. Maklum sudah banyak yang lupa kata-kata bahasa Banjar. :D

Balas
Author
12 January, 2015 09:47 ×

Threaded comments nya saya tambah jadi 6 tingkat, dari yang sebelumnya cuma 2 tingkat. Jarak reply yang semula 78px saya pangkas jadi cuma 30 px. Jadi reply nya bisa memanjang ke bawah sampai mentok. :D

Balas
Author
12 January, 2015 14:16 ×

mas selama ini melakukan kegiatan tambang dimana aja ya....trus ada gak teknik atau alat sederhana buat nambang emas yang aman...ketimbang pake kerung manual dan masuk sendiri ke dalam lubang, kan bahaya juga....kemarin kalau gak salah ada 13 orang meninggal di daerah singkawang, dan itu termasuk keluarga sahabat saya....cuma mau nanya mas....

Balas
Author
12 January, 2015 19:29 ×

Kalau di tanya melakukan kegiatan tambang di mana saja sebenarnya sudah saya sebutkan di halaman about Mbah, namun tidak apa-apa jika saya sebutkan beberapa di sini. Hitung-hitung sebagai promosi gratis, siapa tahu ada bos tambang yang lagi baca. :D

-. Bekerja sebagai driver Dump truck hauling batubara di Tamiyang layang, Kalimantan Tengah.
-. Foreman hauling atau pengawas hauling batubara di Batulicin, kalimantan selatan. Area PKP2B (pemiliki kuasa pertambangan) PT. Arutmin Indonesia.
-. Supervisor hauling di wilayah batulicin juga namun di perusahaan yang berbeda. Area PKP2B sama.
-. Site manager di perusahaan kecil wilayah Sungai Siring Samarinda, Kalimantan Timur.
-. Posisi yang sama, perusahaan berbeda di Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur.
-. Safety officer sebuah perusahaan di Pegat Bukur, Tanjung Redep, Berau (Dulu Kaltim, sekarang Kaltara).
-. Supervisor mining di perusahaan tambang nikel (kecil), di Masamba, Sulawesi Selatan.
-. Coordinator site di perusahaan tambang nikel di Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Dan beberapa pengalaman lagi yang ada. Saya kerja di bidang tambang sebenarnya bermula dari field admin atau admin lapangan di perusahaan subcont kilang minyak di daerah Gresik. Sejak saat itu mungkin takdir membawa saya sampai sekarang.

Saya tidak pernah ikut pertambangan emas mbah Dinan, mungkin tidak bisa bicara banyak mengenai hal ini. Namun kelihatannya yang mbah Dinan maksud di atas adalah tambang rakyat ya mbah, dan bukan di kelola perusahaan. Saat saya di sulawesi tenggara, saat itu lagi booming nya tambang emas di daerah bernama Kasihpute sekitar Bombana, dan saya dengar juga beberapa kali kejadian seperti kejadian di singkawang seperti yang sebutkan di atas.

Mungkin (menurut saya), penambang tradisional tidak terlalu mengenal karakteristik material di daerah tersebut mbah, sehingga kejadian tersebut bisa terjadi. Tidak ada pengukuran densitas atau kepadatan material, dan menganggap bahwa semua material mempunyai tingkatan kepadatan yang sama. Itu kenapa longsor bisa terjadi di satu daerah, tapi tidak terjadi di daerah yang lain. Karena daerah yang lain memiliki densitas yang lebih besar dibanding daerah kejadian. Mungkin itu pendapat saya, dan Mohon maaf jika ada yang salah dari penyampaian saya ini. Tidak ada maksud saya untuk menyinggung pihak-pihak tertentu dalam hal ini.

Balas
Author
02 February, 2015 16:00 ×

Lumayan untuk mengoleksi 41 istilah dalam pertambangan. Siapa tahu nanti di kampung saya jadi masuk perusahaan tambang, jadi ada bekal juga buat ngomong...

Balas
Author

Silahkan tambahkan komentar anda di bawah ini.

Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Terima kasih sudah berkomentar