Memahami Induksi Safety Pertambangan

Blog Mas Dory - Memahami Induksi Safety Pertambangan. Jika anda pernah bekerja di perusahaan pertambangan (pertambangan batubara khususnya), tentu tidak asing dengan istilah induksi safety (safety induction) ini. Namun jika belum, mungkin informasi ini bisa sedikit menambah wawasan anda di bidang pertambangan.

Induksi safety atau safety induction adalah pengenalan dasar-dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada karyawan baru atau visitor (tamu) dan dilakukan oleh karyawan dengan jabatan setingkat supervisory (dari divisi OSHE / Safety) dan bisa juga bisa dilakukan oleh yang paham tentang K3 dengan level jabatan minimum seperti tersebut diatas (minimal Foreman, dan supervisor up). Selain memberikan pemahaman tentang K3, memberikan informasi terbaru tentang kondisi dalam tambang juga biasa dilakukan.

Ilustrasi logo K3 | Blog Mas Dory

Beberapa tujuan diadakannya safety induksi oleh OSHE Dept.


  1. Memberikan pemahaman tentang pentingnya K3 di dalam pertambangan.
  2. Memberikan informasi terbaru tentang kondisi dalam tambang sebab kondisi dalam tambang bisa berubah setiap hari.
  3. Memberikan pemahaman tentang peraturan yang berlaku dan sanksi apa yang diberikan jika melanggar peraturan di perusahaan tambang tersebut.
  4. Memberikan informasi tentang prosedur kerja yang ada di wilayah pertambangan tersebut.
  5. Dan masih banyak lagi yang lainnya. Intinya induksi safety dilakukan untuk menghindarkan seseorang dari kecelakan saat memasuki wilayah pertambangan.

Siapa saja yang berhak mendapatkan induksi safety.


  1. Karyawan baru di suatu perusahaan tambang, karena karyawan baru sama sekali belum mengetahui kondisi dalam tambang, walaupun karyawan baru ini telah memiliki pengalaman di tambang lainnya, tetap harus di beri induksi saat berada di perusahaan baru.
  2. Seseorang bukan karyawan yang mendapat ijin untuk memasuki wilayah pertambangan, maka sebelumnya harus diberikan induksi terlebih dahulu. Contoh tamu, buyer, pengawal bahan peledak, mekanik dari luar - trackindo, UT, Hino, dll.
  3. Karyawan yang baru selesai dari cuti kerja. Walupun sudah lama menjadi karyawan di perusahaan tersebut, karyawan ini harus tetap diberi induksi safety setelah dia kembali dari cuti kerjanya. Hal ini dilakukan karena kondisi dalam tambang sudah banyak berubah (seperti arah jalan tambang) selama dia pulang cuti.
Safety induksi biasa dilakukan pada saat karyawan baru hendak mengurus Kimper atau Mine Permit (Semacam ID Card) baru di perusahaan tersebut. Kimper sendiri diperuntukkan bagi karyawan yang nantinya akan diberikan ijin untuk mengendarai unit atau alat berat (sesuai dengan SIM dan keahlian karyawan tersebut mengemudi) di area pertambangan (Operator, Driver DumpTruck, Foreman, supervisor up, dll). Sedangkan Mine permit diperuntukkan bagi karyawan umumnya. Karyawan yang mempunyai mine permit namun tidak memiliki kimper tetap tidak diperbolehkan mengendarai unit atau alat berat sendiri (staff kantor, adm, dll). Selama Karyawan baru belum mendapatkan Kimper atau Mine Permit, karyawan tersebut akan diberikan ID Card Visitor dan masih belum dibolehkan mengendarai unit di area pertambangan.

Selain itu Induksi saftey juga dilakukan kepada visitor atau tamu dari luar (bukan karyawan) yang hendak memasuki wilayah pertambangan. Hal ini dilakukan agar tamu tamu tersebut memahami kondisi tambang yang ada dan diharuskan mematuhi segala peraturan yang berlaku dalam tambang. Untuk membuktikan bahwa visitor telah mendapatkan induksi, maka Dept Safety (OSHE Dept) meminjamkan ID Card Visitor kepada pengunjung tersebut dan harus mengembalikannya setelah keperluannya selesai.

Keuntungan yang didapat dari induksi safety.


  1. Seseorang lebih memahami tentang pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) saat berada di wilayah pertambangan.
  2. Mendapatkan informasi terbaru tentang kondisi dalam tambang.
  3. Lebih memahami potensi bahaya yang mungkin terjadi di dalam wilayah tambang dan memahami bagaimana cara mengatasinya.
  4. Meminimalisir kemungkinan terjadinya kecelakaan saat berada dalam wilayah pertambangan.
  5. Dan beberapa keuntungan lainnya yang mungkin belum saya ketahui.
Pelajaran apa yang bisa diambil dari adanya informasi ini.

Baca juga Memahami Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pertambangan disini.

Apapun bidang pekerjaan yang kita jalani sekarang sangat penting untuk memahami pekerjaan tersebut. Dengan begitu kita bisa memahami potensi-potensi bahaya apa saja yang mungkin ditimbulkan dari pekerjaan kita. Jika kita mengetahui itu semua, maka kita bisa meminimalisir bahkan menghilangkan potensi bahaya yang ada dari pekerjaan yang kita lakukan. Tetaplah bekerja dengan selamat, sehat, dan aman.

Uang bisa dicari, tapi nyawa tidak bisa diganti. Tetaplah ingat bahwa keluarga tercintan menanti kita dirumah dalam keadaan selamat, sehat, dan tanpa kurang satu apapun. So, keep work safety all.
Reviewer: Mas Dory
on: 12/29/2014, Rating: 5
ItemReviewed: Memahami Induksi Safety Pertambangan
Descripton: Blog Mas Dory - Memahami apa itu induksi safety, tujuan diadakannya induksi, dan pentingnya nilai-nilai K3 dalam pekerjaan kita,
15 komentar Form Kotak komentar
30 December, 2014 02:40 ×

Kerja bangunan saja resikonya cukup tinggi, apalagi kerja di pertambangan. Jelas karyawan memang perlu paham soal K3 ini.

Balas
Author
30 December, 2014 02:46 ×

Saya rasa semua bidang pekerjaan mengandung potensi bahaya jika kita tidak memahami benar pekerjaan tersebut.

Dengan memahami suatu pekerjaan, kita bisa mengenali potensi-potensi bahaya yang mungkin ditimbulkan dari suatu pekerjaan. Dengan begitu kita bisa meminimalisir potensi bahaya yang ada. :)

Balas
Author
30 December, 2014 23:14 ×

TERNYATA TIAP SUATU PEKERJAAN ENTAH APAPUN ITU MEMILIKI RESIKO TERSENDIRI, TERMASUK DI PERTAMBANGAN BATU BARA, DENGAN MENGETAHUI RESIKO DAN CARA PENANGANAN YANG BAIK, DIHARAPKAN KITA BISA MENGURANGI SEMINIMAL MUNGKIN DARI TIAP RESIKO YANG ADA, SAFETY DALAM BEKERJA ITU HARUS DIUTAMAKAN GITU YA GAN?

Balas
Author
30 December, 2014 23:45 ×

Benar sekali pendapat Mas Purnama, sebenarnya bersikap safety tidak hanya dalam bidang pekerjaan saja. Menurut saya manusia mempunyai insting untuk mempertahankan diri agar tidak celaka.

Contoh kecil jika kita melihat anak kecil bermain dan berlari ke jalan raya, naluri kita pasti akan mencegah anak tersebut, karena kita tahu potensi bahaya yang bisa terjadi sama si anak ketika dia sudah di jalan raya.

Selain ketidakpahaman kita terhadap pekerjaan yang dilakukan, sikap meremehkan juga bisa jadi penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.

Pengalaman saya selama ini, kecelakaan lebih banyak terjadi pada orang-orang yang sudah belasan tahun bekerja di tambang, daripada orang-orang yang baru di bidang tambang. :)

Balas
Author
31 December, 2014 01:12 ×

Kalau pekerjaan di bidang industri memang berat mas. Orang tua saya juga pekerja industri. Faktor K3 sangat penting yang selalu di perhatikan, bener begitu mas dory kan.

Balas
Author
31 December, 2014 04:07 ×

Benar sekali Mas Mu Zibur, selama kita memahami pekerjaan kita, selama itu pula kita menyadari bahwa aturan K3 yang telah dibuat bukan untuk mengekang atau mencari-cari kesalahan karyawan, namun lebih untuk menyelamatkan nyawa kita dari kemungkinan kecelakaan saat bekerja.

Terima kasih sudah menambahkan pendapatnya dan salam hormat saya untuk orang tua Mas Mu Zibur. :)

Balas
Author
31 December, 2014 17:40 ×

Termasuk kerja blogger, walaupun cuman duduk saja, tapi ada bahaya nya juga. hahaha

Balas
Author
31 December, 2014 18:08 ×

benar sekali tuch Mas Ridha Harwan, jika kita sudah menjadikan profesi, semua pengeluaran harus lebih kecil dari pendapatan. Jika tidak, maka akan berbahaya buat dompet kita haha.

Lain lagi jika kita menjadi blogger hanya sebuah hobi, yang namanya hobi mah biaya berapapun jua sok ayo. haha.

Maaf saya cuma becanda, mungkin ada bahaya beneran yang mengintai profesi blogger. :)

Balas
Author
02 January, 2015 05:30 ×

kalo aktual k3 yang paling bagus menurut saya perusahaan yang berlabel Jepang ya mas, soalnya saya pernah pengalaman. dan beda benget dengan k3 di perusahaan asing lainnya
pertambangan emang resikonya besar sekali.. tapi berimbang lah dengan penghasilannya yang sangat besar juga :)

Balas
Author
02 January, 2015 05:42 ×

Walaupun begitu saya yakin, sekarang mulai banyak perusahaan yang berorientasi safety. Yaitu dengan menerapkan nilai-nilai K3 di dalamnya.

Karena mereka sebesar apapun keuntungan yang diperoleh, jika terjadi accident (sampai terjadinya fatality), maka besar pula kerugian perusahaan yang di tanggung, baik itu dari segi manusia (karyawan), alat, maupun waktu yang terbuang karena terhentinya produksi selama proses investigasi. :)

Balas
Author
16 January, 2015 08:08 ×

Bagus komentar terakhir. Benar tuh, mungkin karena yang sudah belasan tahun bekerja merasa itu sebagai rutinitas saja. Padahal itu penting untuk dirinya. Beda dengan yang masih baru yang tingkat kewaspadaanya masih tinggi.

Balas
Author
16 January, 2015 08:09 ×

Ooo, jadi kalau ada proses investigasi, pekerjaan terhenti. Trus kalau freeport itu juga begitu Mas?

Balas
Author
07 October, 2015 08:40 ×

artikel yang sangat memberikan informasi
www.sepatusafetyonline.com

Balas
Author
10 June, 2016 09:59 ×

salam kenal dari saya ... Saya bekerja di dept safety di sebuah perusahaan batu bara di Kalimantan Timur... Blog yang bagus sekali.
Salam K3

Balas
Author
10 June, 2016 10:00 ×

salam kenal dari saya ... Saya bekerja di dept safety di sebuah perusahaan batu bara di Kalimantan Timur... Blog yang bagus sekali.
Salam K3

Balas
Author

Silahkan tambahkan komentar anda di bawah ini.

Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Terima kasih sudah berkomentar